Video UAP yang Dideklasifikasi Pemerintah AS Picu Pertanyaan soal Asal-usulnya

10 May 2026 • 00:07 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Pemerintah Amerika Serikat baru saja merilis video yang telah dideklasifikasi menampilkan sebuah objek berbentuk bintang yang bergerak tak beraturan di langit Timur Tengah. Rekaman yang diambil pada 2013 itu hingga kini belum memiliki penjelasan resmi.

Video hitam-putih berdurasi 1 menit 46 detik tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar luas di internet. Namun, rekaman itu bukan cuplikan film fiksi ilmiah, melainkan video militer AS yang kini dipublikasikan ke publik.

Pada 8 Mei 2026, Departemen Perang AS merilis kelompok pertama berkas Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) yang dideklasifikasi di bawah arahan transparansi Presiden Donald Trump. Program itu disebut PURSUE atau Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters.

Di antara puluhan dokumen yang dirilis, salah satu yang paling menarik perhatian adalah video inframerah yang memperlihatkan objek menyerupai bintang delapan titik melayang dan bergetar di langit Timur Tengah. Rekaman itu dibuat pada 1 Januari 2013 dan sampai sekarang belum terpecahkan.

Video tersebut secara resmi dikatalogkan sebagai DOW-UAP-PR38 oleh All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), unit investigasi UAP pemerintah AS. Rekaman diambil melalui sensor inframerah pada platform militer AS yang beroperasi di kawasan tersebut.

Sensor inframerah tidak merekam cahaya tampak seperti kamera biasa, melainkan mendeteksi panas. Karena itu, objek yang memancarkan atau memantulkan panas akan tampak terang di atas latar belakang gelap. Inilah yang membuat gambar terlihat monokrom dan terkesan tidak biasa.

Dalam deskripsi resmi AARO, objek terlihat seperti area kontras berbentuk bintang delapan titik dengan lengan yang berubah-ubah panjangnya. Sekitar detik ke-10, sensor melakukan pembesaran pada objek tersebut. Setelah itu, objek bergerak di dalam frame, meninggalkan jejak panas, lalu keluar dari layar. Rekaman juga menunjukkan objek muncul kembali setelah tampak ada pemotongan gambar.

Meski demikian, tidak ada keterangan saksi mata yang disertakan. Kasus ini juga tidak memiliki data radar maupun informasi sensor pendukung, sehingga secara resmi masih belum terpecahkan.

Sejumlah analis menilai penjelasan yang paling masuk akal adalah flare iluminasi parasut militer, yakni jenis flare yang umum digunakan di zona konflik. Flare semacam ini turun perlahan dengan parasut kecil dan terbakar pada suhu sangat tinggi, sehingga jika direkam melalui sensor inframerah dapat menghasilkan pola menyerupai bintang.

Lengan yang tampak berdenyut dan memanjang diduga bukan bentuk fisik objek, melainkan efek thermal blooming, yaitu kondisi ketika sumber panas yang sangat kuat membebani detektor kamera dan memunculkan pancaran berbentuk bintang. Jitter, jejak panas, dan gerakan objek juga dinilai sesuai dengan karakter flare yang melayang, bukan wahana asing.

Rilis pada 8 Mei itu juga mencakup berkas terkait program Apollo NASA. Namun, sejarawan luar angkasa Amy Shira Teitel menyebut sebagian besar materi yang dipublikasikan sebenarnya sudah lama tersedia di arsip publik.

Teitel menilai beberapa gambar dan transkrip yang dipresentasikan sebagai temuan baru, seperti foto Apollo 12 dan catatan Gemini 7, sebenarnya sudah bisa diakses publik selama bertahun-tahun melalui arsip NASA.

Dengan demikian, rilis tersebut dinilai lebih sebagai pembungkusan ulang materi lama dengan label UAP. Kendati demikian, langkah ini menunjukkan adanya perubahan dalam transparansi pemerintah, karena publik kini dapat melihat langsung rekaman yang diklaim belum dapat dijelaskan.

Hingga saat ini, AARO tetap menyatakan bahwa dari ribuan kasus UAP yang ditinjau, tidak ada bukti terverifikasi mengenai kehidupan atau teknologi luar angkasa. Sebagian besar kasus dijelaskan sebagai drone, balon cuaca, gangguan sensor, atau piroteknik militer.

Video yang dirilis pemerintah AS ini memang memicu banyak pertanyaan. Namun, sejauh ini belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa objek tersebut berasal dari alien.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya