Wall Street Menghijau Dipicu Reli Saham Teknologi dan AI

09 May 2026 • 10:25 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat, didorong optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), laporan keuangan emiten yang solid, serta data tenaga kerja AS yang masih menunjukkan ketahanan.

Mengutip Reuters, Sabtu, 9 Mei 2026, indeks S&P 500 naik 0,84 persen ke level 7.398,93. Nasdaq melesat 1,71 persen menjadi 26.247,08, sedangkan Dow Jones Industrial Average hanya naik tipis 0,02 persen ke 49.609,16.

Kenaikan paling besar datang dari saham-saham teknologi dan AI. Saham Nvidia menguat 1,8 persen. Adapun Micron Technology dan Sandisk masing-masing melonjak lebih dari 15 persen seiring tingginya permintaan perangkat untuk pusat data AI.

Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) turut menguat tajam. Sepanjang kuartal kedua 2026, indeks tersebut telah naik sekitar 55 persen. Di dalam indeks S&P 500, sektor teknologi naik 2,7 persen, sementara sektor utilitas justru terkoreksi 0,9 persen.

Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak Oktober 2024. Dow Jones juga menguat dalam dua pekan beruntun.

Sentimen pasar turut ditopang oleh musim laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan. Berdasarkan data LSEG, sekitar 83 persen dari 440 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan kuartal pertama berhasil melampaui proyeksi analis.

Laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama diperkirakan tumbuh hampir 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari perusahaan teknologi berbasis AI.

Meski demikian, sejumlah saham tetap bergerak melemah. Saham Cloudflare anjlok 24 persen setelah perusahaan layanan cloud itu mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 20 persen karyawan dan memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang di bawah ekspektasi.

Saham Expedia turun 9 persen setelah perusahaan perjalanan daring tersebut menyebut konflik di Timur Tengah mulai menekan permintaan perjalanan. Sementara itu, CoreWeave melemah 11,4 persen akibat kenaikan proyeksi belanja modal tahunan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya