Obama Ungkap Netanyahu Berulang Kali Desak AS Serang Iran

07 May 2026 • 07:41 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali mendorong Washington untuk melancarkan serangan militer besar terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan Obama dalam sebuah video yang dirilis The New Yorker pada Senin (4/5/2026). Ia menilai, alasan yang dipakai Netanyahu untuk meyakinkan AS tidak jauh berbeda dengan argumentasi yang kemudian memengaruhi Presiden Donald Trump.

“Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan pendapat saya dengan Bapak Netanyahu soal Iran,” kata Obama, dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (6/5/2026).

Pengakuan Obama tersebut memperkuat pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Kerry menyebut Netanyahu terus menekan para pemimpin AS, mulai dari George W. Bush, Barack Obama, hingga Joe Biden, agar mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Dalam upaya tersebut, Netanyahu disebut membawa proposal yang dikenal sebagai “Presentasi Empat Poin”. Isi proposal itu mengklaim serangan militer AS dapat menghancurkan kepemimpinan Teheran, memicu perubahan rezim, dan melemahkan kekuatan militer Iran secara total.

Namun, dorongan itu berkali-kali menemui penolakan pada era presiden sebelum Trump. Obama sendiri secara terbuka meragukan bahwa eskalasi militer akan memberi dampak positif bagi stabilitas kawasan, baik bagi AS maupun Israel.

Menurut laporan tersebut, pengaruh Netanyahu baru membuahkan hasil pada era Donald Trump. Trump disebut menjadi satu-satunya presiden AS yang akhirnya menerima gagasan serangan itu.

Serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu disebut menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pimpinan tertinggi dan jajaran elit pertahanan negara tersebut. Namun, langkah itu juga memicu respons keras dari Teheran.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta aset militer AS di kawasan Teluk. Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia, yang memicu gejolak besar di pasar energi global.

Obama menilai sikap kritisnya terhadap Netanyahu sejak lama kini terbukti sebagai peringatan yang relevan, ketika ketegangan di Timur Tengah kembali berdampak luas pada dunia internasional.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya