GMPRI Serukan Audit Dana DAK dan BOS di SMAN 1 Janapria

18 Mar 2026 • 05:45 Taufik

Warta Mataram – Lombok Tengah – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) kini meminta Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan audit khusus terhadap aliran dana Alokasi Khusus (DAK) dan biaya operasional sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Satu Janapria. Permintaan ini muncul setelah menerima keluhan dari masyarakat mengenai potensi penyimpangan di pengelolaan dana tersebut.

Ketua GMPRI, Rindawanto Evendi, yang akrab disapa Rindhot, menyatakan bahwa dugaan penyalahgunaan ini berakar dari pengamatan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir oleh warga dan tokoh pemuda di sekitar.

“Setelah kami menerima aduan dari sejumlah pihak, kami melakukan investigasi yang menguatkan dugaan kami bahwa miliaran dana tersebut telah masuk ke kantong oknum-oknum tak bertanggung jawab,” ungkap Rindhot.

Dalam konteks ini, ia menekankan bahwa pengalokasian dana pendidikan seharusnya ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan, bukannya menjadi ajang keuntungan bagi individu tertentu. Kejaksaan diharapkan segera merespons situasi ini agar tidak ada lagi penyelewengan yang merugikan masyarakat dan dunia pendidikan.

Melihat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan, GMPRI berupaya mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah tegas. Mereka ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk kemajuan sekolah dan para siswa, bukan untuk kepentingan pribadi.

Taufik
Jurnalis yang aktif meliput isu sosial, pemerintahan, dan perkembangan daerah.