Amir Hamzah: Operasi Informasi Bisa Melemahkan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah
WARTAMATARAM.COM – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai bentuk ancaman hibrida yang memadukan unsur politik, ekonomi, informasi, teknologi, dan pengaruh psikologis.
Menurut Amir, salah satu bentuk ancaman yang kian sering digunakan dalam kompetisi global modern adalah perang informasi melalui media sosial, penyebaran disinformasi, polarisasi politik, serta upaya membangun ketidakpercayaan terhadap institusi negara.
“Serangan terhadap negara saat ini sering kali tidak terlihat. Tidak ada suara tembakan, tetapi dampaknya bisa sangat besar terhadap stabilitas nasional,” kata Amir, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Ia mencontohkan bagaimana sejumlah negara mengalami gangguan politik akibat operasi informasi yang dirancang untuk memecah masyarakat dan melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dalam konteks itu, Amir menilai aparatur sipil negara (ASN) perlu memiliki kesadaran bela negara yang lebih luas, tidak hanya dalam aspek pertahanan fisik, tetapi juga pertahanan ideologi, informasi, dan tata kelola pemerintahan.
Amir juga menyoroti keberadaan Komponen Cadangan (Komcad) ASN sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Menurutnya, pembentukan Komcad tidak semestinya dipahami hanya sebagai cadangan militer, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia negara dalam menghadapi beragam ancaman.
“ASN memiliki posisi yang unik karena mereka berada di garis depan pelayanan publik sekaligus menjadi representasi negara di tengah masyarakat. Ketika ASN memiliki kesadaran bela negara yang kuat, maka ketahanan nasional juga akan semakin kuat,” ujarnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
