Bursa Eropa Menguat Tipis, Saham Chip Terkoreksi
WARTAMATARAM.COM – Bursa saham Eropa ditutup menguat terbatas pada akhir perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Investor merespons positif keputusan Amerika Serikat yang menunda serangan ke Iran, serta harapan adanya peluang tercapainya kesepakatan damai.
Meski demikian, penguatan pasar masih tertahan oleh fluktuasi harga minyak Brent yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap berlanjutnya tekanan inflasi energi.
Indeks STOXX 600 yang mencerminkan pergerakan saham-saham utama di Eropa naik 0,19 persen atau 1,17 poin ke level 611,34.
Di pasar regional, pergerakan indeks terpantau bervariasi. Indeks DAX Jerman menguat 0,38 persen ke 24.400,65, sedangkan FTSE 100 Inggris naik tipis 0,07 persen ke 10.330,55. Adapun CAC 40 Prancis justru melemah 0,07 persen ke 7.981,76.
Secara umum, kinerja bursa Eropa masih tertinggal dibandingkan pasar global lainnya. Salah satu penyebabnya adalah tingginya ketergantungan kawasan terhadap impor energi, ditambah minimnya eksposur terhadap saham perangkat keras kecerdasan buatan (AI) yang saat ini menjadi penggerak utama reli pasar dunia.
Di tengah ketidakpastian makroekonomi dan tingginya imbal hasil obligasi Jerman yang berada di level tertinggi dalam 15 tahun akibat proyeksi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), investor cenderung beralih ke sektor defensif dan saham-saham yang memiliki sentimen korporasi khusus.
Sektor makanan dan minuman serta layanan kesehatan menjadi penopang utama dengan kenaikan lebih dari 1,5 persen. Saham SAP melesat 6 persen, sementara Dassault Systèmes naik 2,8 persen.
Pasar juga mendapat dorongan dari perkembangan perdagangan internasional. Negosiator Uni Eropa dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk menghapus bea masuk atas sejumlah produk asal Amerika Serikat, sebagai upaya meredam ancaman kenaikan tarif dagang dari Presiden Donald Trump.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
