Daftar Lengkap Pelanggaran Persib di Leg Kedua 16 Besar AFC Champions League 2: Flare hingga Invasi Lapangan
WARTAMATARAM.COM – Komite Disiplin dan Etik AFC merilis keputusan resmi pada Rabu (13/5/2026) terkait pelanggaran yang dilakukan Persib Bandung pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2. Dalam putusannya, AFC menilai ada sejumlah pelanggaran serius yang berkaitan dengan perilaku suporter serta pengamanan pertandingan.
AFC menyoroti bukan hanya penggunaan flare dan lemparan benda ke lapangan, tetapi juga dugaan kekerasan fisik, perusakan fasilitas stadion, hingga invasi lapangan usai laga berakhir. Akibatnya, Persib dijatuhi denda besar serta sanksi pertandingan tanpa penonton di ajang antarklub AFC.
Dalam laporan resminya, AFC membeberkan berbagai tindakan suporter Persib selama pertandingan berlangsung. Salah satu pelanggaran utama adalah penggunaan flare dan kembang api pada beberapa momen laga.
Selain itu, penonton disebut melempar berbagai benda ke area lapangan sepanjang pertandingan. Benda-benda yang disebut AFC antara lain pecahan kursi stadion, botol plastik, kantong plastik berisi cairan, gelas plastik, sampah plastik, hingga puing-puing lainnya.
AFC juga mencatat adanya perusakan fasilitas stadion oleh sejumlah oknum penonton. Beberapa kursi stadion serta papan iklan dilaporkan rusak atau dicopot selama pertandingan berlangsung.
“Suporter yang terkait dengan terdakwa menyalakan berbagai perangkat pembakar (kembang api dan flare), melempar banyak benda ke lapangan, merusak kursi stadion dan papan iklan, melakukan tindakan kekerasan fisik,” tulis AFC dalam dokumen keputusannya.
Tak hanya perilaku suporter, AFC juga menilai Persib gagal menjalankan kewajiban pengamanan pertandingan secara maksimal. Panitia pelaksana disebut tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan stadion selama laga berlangsung.
Dalam poin berikutnya, AFC menyebut Persib gagal memastikan penerapan aturan keselamatan dan tindakan pencegahan yang diperlukan sebelum maupun selama pertandingan. Situasi itu dinilai memperburuk kondisi keamanan di stadion.
AFC turut menyoroti invasi lapangan yang dilakukan sejumlah penonton setelah pertandingan selesai. Beberapa individu disebut masuk ke area lapangan dan wilayah di sekitarnya.
Selain itu, akses publik di Stadion GBLA juga menjadi perhatian. Persib dianggap gagal memastikan koridor, tangga, jalur evakuasi, pintu, dan akses umum tetap steril karena terhalang penonton selama pertandingan berlangsung.
Berikut daftar pelanggaran yang dicatat AFC terhadap Persib:
1. Penonton menyalakan kembang api dan flare, melempar berbagai benda ke lapangan, merusak kursi stadion dan papan iklan, terlibat kekerasan fisik, melontarkan kata-kata kasar kepada tim lawan dan perangkat pertandingan, serta sebagian individu masuk ke lapangan setelah laga usai.
2. Persib gagal menerapkan aturan keselamatan, tidak mengambil langkah pencegahan yang memadai, serta tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan stadion selama pertandingan berlangsung.
3. Persib juga gagal memastikan jalur akses, koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur keluar darurat tetap bebas hambatan demi keselamatan penonton.
Sanksi ini menjadi salah satu hukuman berat yang diterima klub Indonesia di level Asia dalam beberapa tahun terakhir. AFC menegaskan bahwa pelanggaran yang terjadi mencerminkan adanya kelalaian serius dalam pengelolaan pertandingan dan pengendalian penonton.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
