Gubernur NTB Tinjau Kondisi Warga Miskin Ekstrem di Desa Sigar Penjalin

26 Feb 2026 • 07:31 iMedia

Warta Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan ke Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada warga yang terjerat dalam kemiskinan ekstrem. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Program Desa Berdaya yang ditujukan sebagai stimulus untuk penanganan kemiskinan di daerah tersebut.

Desa Sigar Penjalin menjadi salah satu fokus dalam Program Desa Berdaya di mana Iqbal didampingi oleh sejumlah perwakilan dari organisasi perangkat daerah serta Baznas NTB. Ia juga menelaah kondisi kehidupan sehari-hari warga, termasuk anak-anak yang berada dalam situasi ekonomi yang sulit.

Dalam penilaian Iqbal, Desa Sigar Penjalin memiliki prospek yang menjanjikan karena letaknya yang strategis di kawasan pariwisata Lombok Utara, di mana terdapat Pantai Sire, vila dan hotel mewah, lapangan golf, serta kebun binatang mini. Meski begitu, ia menyadari bahwa masih ada sebagian masyarakat yang hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Potensinya besar, namun saya melihat bahwa masih ada masyarakat yang berjuang dalam kemiskinan ekstrem. Kondisinya cukup berat, sehingga diperlukan intervensi yang sinergis dan terencana,” ungkapnya saat melakukan blusukan ke desa tersebut.

Iqbal menambahkan bahwa melalui Program Desa Berdaya, pemerintah provinsi bertekad untuk melakukan intervensi di tingkat desa maupun keluarga. Pendamping desa telah melakukan identifikasi terhadap potensi dan masalah utama, termasuk banyaknya pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Tujuan utama program ini adalah agar setiap keluarga memiliki sumber pendapatan yang jelas dalam waktu satu tahun ke depan. Kita harapkan, dalam setahun setiap kepala keluarga dapat mandiri dan memiliki penghasilan tetap sebagai sumber kehidupan mereka. Itulah inti dari penyelesaian masalah kemiskinan,” paparnya.

Selain fokus pada aspek ekonomi, intervensi juga akan menyentuh bidang pendidikan, pengelolaan sampah, hingga perencanaan tata ruang desa. Tahun ini, Program Desa Berdaya ditargetkan untuk menjangkau 40 desa yang tergolong miskin ekstrem.

Terkait alokasi anggaran sebesar Rp500 juta per desa dalam Program Desa Berdaya, Iqbal menegaskan agar penggunaan dana tersebut berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat. Pemerintah desa bersama tim pendamping diharapkan mampu mengidentifikasi program yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semua harus dilakukan secara bottom up, berdasarkan pada identifikasi kebutuhan masyarakat desa itu sendiri. Kepala desa dan pendamping akan menentukan apa yang dapat menjadi pengungkit,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, dukungan untuk program ini tidak hanya berasal dari pemerintah provinsi, tetapi juga akan melibatkan pemerintah pusat, kabupaten, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan sebelumnya, Iqbal menegaskan bahwa Program Desa Berdaya hadir sebagai sebuah solusi yang perlu diimplementasikan dengan pendekatan kolaboratif. “Jangan berpikir untuk menyelesaikan masalah desa ini sendiri, itu tidak mungkin,” tegasnya pada para pendamping desa.

Sementara, Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, mengharapkan agar intervensi dari Pemprov NTB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar masalah kemiskinan ekstrem di desanya dapat segera ditangani. “Kami berharap dengan program-program berdaya, persoalan kemiskinan di desa kami bisa teratasi,” tutup Zawil.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya