Keren! MAN Lombok Barat Gabungkan Nuzulul Qur’an, Ramadhan Camp Full Day, dan Panen Hidroponik

14 Mar 2026 • 13:54 Taufik

Warta Mataram – LOMBOK BARAT – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat baru-baru ini merayakan puncak amaliyah Ramadan 1447 H dengan sinergi antara penguatan karakter religius dan inovasi keterampilan siswa. Mengusung tema “Menguatkan Karakter Islami Melalui Cahaya Al-Qur’an dan Kebersamaan,” rangkaian acara berlangsung pada Jumat (13/03/2026) dengan tiga agenda utama.

Ketiga agenda tersebut meliputi peluncuran Ramadhan Camp Full Day, peringatan Nuzulul Qur’an, serta Panen Berkah Sayur Hidroponik dari fasilitas Green House madrasah.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, M.Pd., mengungkapkan bahwa Ramadhan Camp Full Day merupakan inovasi dari program pesantren kilat tradisional. Dalam program ini, 50 siswa terpilih menjalani pembinaan intensif dengan cara menginap di madrasah.

“Kami merangkai kegiatan ini sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. Peserta tidak hanya mengikuti kajian rutin, tetapi juga melakukan ritual ibadah, diskusi kitab, dan tausiah bersama pembimbing secara terjadwal,” pungkasnya.

Ia juga menekankan pembatasan jumlah peserta untuk memastikan kesuksesan pembinaan serta sesuai dengan kapasitas fasilitas yang ada.

Puncak peringatan Nuzulul Qur’an ditandai dengan tausiah mendalam oleh Dr. TGH Lalu Ahmad Zainuri, yang mengajak hadirin menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup di masa modern.

Kemas Burhan meyakinkan seluruh warga madrasah untuk memperkuat hubungan dengan kitab suci. “Al-Qur’an lebih dari sekadar teks bacaan; ia adalah pelindung dan sumber berkah untuk kehidupan sehari-hari kita,” tegasnya.

Salah satu hal menarik tahun ini adalah penggabungan antara kegiatan spiritual dan edukasi agribisnis. Undangan, termasuk tokoh agama dan perwakilan Forkopimcam bersama Kasubbag TU Kemenag Lobar, turut serta dalam panen raya sayuran hidroponik di Green House milik madrasah.

Program ini merupakan respons terhadap menurunnya ketertarikan generasi muda dalam bidang pertanian. Melalui hidroponik, MAN Lobar ingin menunjukkan bahwa pertanian modern bisa dilakukan dengan cara yang bersih dan efisien.

“Kami memperkenalkan siswa pada proses dari pembenihan sampai panen. Ini menjadi bekal keterampilan agar mereka menyadari potensi besar dalam pertanian modern,” lanjut Kemas.

Sementara itu, H. Muliarta, Kasubbag TU Kemenag Lobar, memberikan apresiasi terhadap inovasi MAN Lombok Barat dalam mengembangkan program hidroponik untuk proses pembelajaran.

Ia menilai program tersebut adalah langkah positif yang memadukan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter, keterampilan, dan kemandirian siswa. Selain aspek edukatif, kegiatan ini berpotensi menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian lingkungan.

Muliarta berharap agar program hidroponik dapat terus berkembang dan menjadi salah satu keunggulan madrasah, sekaligus mengetuk inspirasi bagi sekolah lain di Lombok Barat.

Melalui kegiatan ini, MAN Lombok Barat berharap siswa tidak hanya mengantongi pengetahuan agama yang bermanfaat selepas Ramadan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan praktis untuk masa depan.

Taufik
Jurnalis yang aktif meliput isu sosial, pemerintahan, dan perkembangan daerah.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya