Siswa SMP Sains Lombok Islamic School Ciptakan Dua Aplikasi Digital Inovatif
Warta Mataram – Lombok Barat – Dunia pendidikan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Arya Suganda, siswa kelas VIII SMP Sains Lombok Islamic School (LIS), berhasil menciptakan tiga aplikasi berbasis teknologi digital: absensi digital berbasis QR Code, game edukasi Type Shooter. Pencapaian luar biasa ini diraih oleh seorang remaja yang baru menapaki bangku kelas menengah pertama.
Minat Arya terhadap dunia teknologi digital telah tumbuh sejak ia masih duduk di kelas VII. Tanpa bimbingan kursus formal, ia memilih jalur belajar mandiri alias otodidak,memanfaatkan platform daring seperti YouTube dan Google sebagai sumber utama pengetahuannya. “Saya dari dulu memang sudah tertarik dengan dunia digital. Saya mulai belajar secara otodidak melalui YouTube dan Google,” ujar Arya.
Kegigihan belajar Arya membuahkan hasil nyata. Hingga saat ini, ia telah menyelesaikan pengembangan dua produk digital yang semuanya berorientasi pada dunia pendidikan. Pertama, absensi digital berbasis QR Code yang memudahkan pencatatan kehadiran secara elektronik menggunakan pemindaian kode QR. Kedua, game Type Shooter sebuah game mengetik interaktif yang sekaligus melatih kecepatan mengetik dan memperkaya kosakata bahasa Inggris maupun Indonesia.
Tampilan game Type Shooter karya Arya Suganda
Tampilan aplikasi Absensi Digital berbasis QR Code
“Hari ini saya sudah berhasil membuat dua aplikasi, seperti absensi digital berbasis QR Code, game Type Shooter yang bisa membantu mengetik sekaligus menambah kosakata bahasa Inggris maupun Indonesia” terang Arya dengan penuh semangat.
Tak berhenti pada pencapaian tersebut, Arya kini tengah aktif mengikuti ajang kompetisi coding bergengsi #JuaraVibeCoding yang diselenggarakan oleh Google. Ia menegaskan tekadnya untuk terus mengasah kemampuan demi menjadi seorang programmer profesional di masa depan.
“Saya juga sedang mengikuti event Juara Vibe Coding dari Google tentang coding. Saya ingin terus belajar dan menjadi seorang programmer profesional,” imbuhnya.
Perjalanan Arya dalam mengembangkan aplikasi tidak ia tempuh seorang diri. Dukungan dari para guru dan rekan-rekan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk terus berkarya.
“Saya juga mendapat dukungan dari guru-guru kami, dan juga teman-teman,” ungkapnya.
Prestasi Arya Suganda menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkarya di bidang teknologi. Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan lingkungan sekolah yang kondusif, SMP Sains Lombok Islamic School berhasil melahirkan talenta digital yang patut dibanggakan.
