Lapas Tasikmalaya Alami Overkapasitas Parah, Hunian Nyaris 5 Kali Lipat
WARTAMATARAM.COM – Lapas Tasikmalaya mengalami overkapasitas parah hingga kondisi hunian dinilai jauh dari layak. Pelaksana Harian Kalapas, Yadi Suryaman, menyebut satu sel yang semestinya hanya ditempati satu orang kini dihuni sampai lima orang.
“Kalau tidak dipindahkan, jumlahnya bisa tembus 1.000. Itu sudah tidak manusiawi,” ujar Yadi dalam kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di aula lapas, Senin, 27 April 2026.
Saat ini, lapas dengan 24 kamar, termasuk satu blok khusus perempuan, menampung warga binaan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 280 orang di antaranya berasal dari wilayah kabupaten.
Untuk mengurangi kepadatan, pihak lapas telah memindahkan sebagian narapidana ke sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) lapas terdekat. Namun, langkah tersebut dinilai belum menjadi solusi jangka panjang karena hanya memindahkan beban ke lokasi lain.
Di sisi lain, rencana pembangunan lapas baru masih terkendala ketersediaan lahan. Yadi berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, baik kota maupun kabupaten, untuk mencari solusi terbaik.
“Kami terus menjajaki peluang. Apalagi sekarang ada wali kota baru, mudah-mudahan ada opsi relokasi,” katanya sebagaimana dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengaku prihatin dengan kondisi overkapasitas ekstrem tersebut. Menurut dia, kondisi itu sudah menyangkut kelayakan hidup warga binaan.
“Seharusnya 88 orang, tapi diisi ratusan. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi kelayakan hidup,” tegasnya.
Meski demikian, Diky tetap mengapresiasi program pembinaan di dalam lapas. Ia menilai hasil karya warga binaan, mulai dari produk kopi hingga kerja sama dengan sektor perhotelan, menunjukkan semangat pemasyarakatan yang mulai tumbuh.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga membuka opsi solusi, mulai dari pembangunan cabang lapas hingga relokasi ke lokasi baru. Salah satu wacana yang muncul adalah pemanfaatan lahan pemerintah di kawasan Tamansari, meski hingga kini belum ada keputusan final.
“Kalau ada lahan representatif, saya siap dorong ke wali kota. Ini tinggal keberanian untuk mengeksekusi,” ujar Diky.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
