Emil Dardak Soroti Modus Korupsi yang Kian Beragam di Jawa Timur
WARTAMATARAM.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyoroti semakin beragamnya modus korupsi di lingkungan pemerintahan setelah tiga kepala daerah di Jawa Timur terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam enam bulan terakhir.
Menurut Emil, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pencegahan korupsi harus terus disempurnakan agar mampu mengikuti pola pelanggaran yang berkembang.
“Karena ada yang mengatakan bahwa cara atau modus itu semakin banyak dan berbeda-beda, jadi itu yang kemudian akan menjadi masukan untuk membuat sistem menjadi lebih baik lagi,” kata Emil saat ditemui di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis, 16 April 2026.
Politikus Partai Demokrat itu menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui kerja sama dengan KPK dan pemantauan di berbagai instrumen pengawasan. Salah satunya lewat sistem Monitoring, Control, Supervision, and Prevention (MCSP) yang mencakup pengadaan barang dan jasa, penentuan jabatan, perencanaan anggaran, hingga penatausahaan aset.
Meski demikian, Emil mengakui penerapan sistem tersebut tidak sederhana karena melibatkan banyak aspek tata kelola pemerintahan.
“Bahwa ternyata masih ada kejadian-kejadian, itu tentu menjadi masukan bagi kita semua, karena ini di jenjang kabupaten. Jadi kabupaten memiliki koordinasi dengan inspektorat provinsi, tapi juga langsung dengan pihak eksternal, misalnya KPK, untuk melakukan pembenahan sistem integritas,” ujarnya.
Suami artis Arumi Bachsin itu menambahkan, pihaknya terus mempelajari berbagai pendekatan pencegahan bersama lembaga antirasuah tersebut.
“Pencegahan tentu bisa memberi kami cara untuk menghindari modus itu terjadi dan kemudian tidak ada ruang untuk terjadinya tindak pidana korupsi,” katanya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
