Menuju Kuartal II-2026, Sektor Furnitur Diproyeksikan Pimpin Pertumbuhan Manufaktur

19 Apr 2026 • 06:10 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Sektor industri pengolahan di Tanah Air memulai 2026 dengan catatan positif. Sejumlah subsektor unggulan mendorong penguatan aktivitas manufaktur pada awal tahun.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), Prompt Manufacturing Index (PMI) pada kuartal I-2026 berada di level 52,03 persen. Angka tersebut menegaskan industri nasional masih bertahan di zona ekspansi, atau di atas ambang batas 50 persen.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyebut capaian itu lebih baik dibandingkan kuartal IV-2025 yang tercatat sebesar 51,86 persen. Kenaikan ini menunjukkan geliat produksi yang semakin dinamis pada awal tahun.

Sejumlah bidang usaha mencatatkan pertumbuhan menonjol. Industri kertas dan percetakan menjadi yang tertinggi dengan indeks 57,27 persen. Disusul industri kulit dan alas kaki di angka 55,83 persen, serta industri makanan dan minuman sebesar 55,33 persen.

Menurut BI, penguatan pada subsektor tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan pasar dan kenaikan kapasitas produksi perusahaan. Kondisi manufaktur yang solid juga tercermin dari volume produksi, ketersediaan stok barang jadi, dan aliran pesanan total yang sama-sama berada di zona positif.

BI menilai tren ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek serapan pasar, baik dari konsumen domestik maupun permintaan ekspor.

Memasuki periode April hingga Juni 2026, BI memperkirakan ekspansi manufaktur tetap berlanjut. PMI diproyeksikan naik ke level 52,26 persen.

Pada kuartal II-2026, industri furnitur diperkirakan mengambil alih posisi teratas pertumbuhan, sementara industri kulit serta makanan dan minuman tetap menjadi penopang utama stabilitas manufaktur nasional.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya