Pemerintah Masih Bahas Kelanjutan Subsidi Kendaraan Listrik

29 Apr 2026 • 06:37 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Pemerintah masih membahas kelanjutan program subsidi kendaraan listrik di tengah upaya mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembahasan saat ini masih berlangsung di lintas kementerian, termasuk soal besaran insentif dan mekanisme penyalurannya.

“Belum diumumkan saya kira, masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa nanti kita bahas antara tim teknis,” kata Agus di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Menanggapi wacana subsidi Rp5 juta per unit yang sempat disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Agus menegaskan angka tersebut masih menunggu dasar hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Iya tunggu PMK-nya, kalau nanti Rp5 juta (per unit), ya saya kira akan menuju posisi yang bagus ya,” ujarnya.

Agus menambahkan, kebijakan subsidi motor listrik tidak hanya ditujukan untuk menekan emisi. Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang dinilai semakin penting di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.

“Pengurangan-pengurangan dari kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting. Jadi angka Rp5 juta (per unit) itu saya kira angka yang cukup baik,” kata Agus.

Tak hanya motor listrik, pemerintah juga membuka peluang pemberian insentif untuk mobil listrik. Agus menyebut, arah kebijakan ke depan tetap menuju transisi penuh ke kendaraan berbasis listrik.

“Semua nanti akan berbasis electric vehicle. Karena apa? Karena sekali lagi, dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan (krisis) Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan, dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi. Jadi ketahanan energi itu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan insentif motor listrik mulai digulirkan pada 2026. Program itu dirancang bertahap dengan sasaran awal sekitar 6 juta unit kendaraan. Dalam kajian awal, nilai subsidi dipatok sekitar Rp5 juta per unit.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya