Kirab Milangkala Tatar Sunda Disambut Riuh Teriakan “Bapak Aing” di Bogor
WARTAMATARAM.COM – Kirab Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Ribuan warga yang sudah menunggu sejak sore memadati sepanjang Jalan Batutulis untuk menyaksikan rangkaian acara tersebut.
Keramaian membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat merayap. Sejumlah pejabat dan kepala daerah juga hadir di Museum Pajajaran Batutulis untuk mengikuti kegiatan budaya itu.
Di antaranya tampak Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Depok Supian Sauri, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhendi alias Jaro Ade.
Beberapa menit kemudian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba dengan mengenakan pakaian serba putih dan ikat kepala khasnya. Kedatangannya langsung disambut sorakan warga yang meneriakkan nama “Pak Dedi, Bapak Aing”.
Dedi kemudian menghampiri dan menyapa Wali Kota Bogor Dedie Rachim serta para kepala daerah lain di pelataran Museum Pajajaran Batutulis. Acara lalu diawali dengan ritual di tengah jalan yang menghadap Museum Pajajaran dan Istana Batutulis.
Setelah itu, Gubernur bersama para pejabat menaiki kuda putih untuk memulai kirab budaya Tatar Sunda dari Batutulis menuju Jalan Surya Kencana.
Salah satu warga yang hadir, Rima Amelia (33), mengaku senang bisa melihat langsung Gubernur Jawa Barat yang selama ini hanya ia saksikan melalui YouTube dan media sosial.
“Senang banget bisa lihat dan ketemu langsung Pak Dedi Bapak Aing. Cuma tadi nggak bisa salaman karena mungkin banyak orang, jadi cuma bisa lihat dan foto beliau saat naik kuda,” kata Rima dikutip dari RMOLJabar.
Ia juga mengaku terkesan dengan ragam kesenian yang ditampilkan dalam kirab tersebut. Menurutnya, pertunjukan yang disajikan sangat beragam dan menghibur.
“Tadi banyak ya, ada ondel-ondel berwajah cepot, gareng, petruk dan lainnya. Terus ada juga kesenian orang berkostum ondel-ondel, terus jajangkungan dan banyak lagi yang lainnya. Pokoknya senang banget, ramai dan saya baru tahu ternyata Jawa Barat punya seni dan budaya yang bervariasi,” ujarnya.
Rima berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar setiap tahun karena bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan seni dan budaya Jawa Barat kepada masyarakat luas.
“Yang terpenting saya mendoakan Pak Dedi selalu sehat dan panjang umur agar bisa terus menjalankan tugasnya, serta selalu dekat dengan rakyat,” tuturnya.
Kirab budaya Tatar Sunda tersebut diisi dengan arak-arakan kesenian Sunda dan pawai Kirab Mahkota Binokasih. Sejumlah kampung adat juga turut menampilkan kesenian, di antaranya Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh.
