Pemakzulan Trump Dinilai Cerminkan Konflik Internal Elite di Amerika Serikat

10 May 2026 • 09:18 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat resmi memakzulkan Presiden Donald Trump atas tuduhan hasutan pemberontakan terkait kerusuhan di Gedung Capitol.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 10 anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat sehingga menghasilkan keputusan 232 suara setuju dan 197 menolak. Dengan hasil tersebut, Trump menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang dimakzulkan sebanyak dua kali.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pemakzulan Trump tidak semata berkaitan dengan persoalan hukum atau etika politik, melainkan mencerminkan konflik besar antarelite di tubuh Amerika Serikat.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa Amerika sedang mengalami fragmentasi politik yang sangat serius. Ini bukan lagi sekadar pertarungan Demokrat versus Republik, tetapi perebutan arah masa depan Amerika,” kata Amir dalam keterangannya, Sabtu 9 Mei 2026.

Menurut Amir, kerusuhan di Gedung Capitol menjadi simbol retaknya konsensus politik nasional di negara adidaya tersebut. Ia menilai polarisasi masyarakat Amerika telah berada pada tingkat yang berbahaya dan berpotensi memengaruhi stabilitas global.

Amir juga menyebut melemahnya stabilitas internal Amerika dapat dimanfaatkan oleh rival strategis seperti China dan Rusia untuk memperluas pengaruh di tingkat internasional.

“Ketika Amerika sibuk dengan konflik domestik, maka kekuatan lain akan mengambil momentum. Ini bisa mengubah peta geopolitik dunia dalam jangka panjang,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya