GMPRI NTB Desak Bupati Loteng Pecat Kapus Pringgarata
Warta Mataram – Lombok Tengah –Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusantara Tenggara Barat (NTB) Rindawanto Evendi yang Familier disapa Rindhot meminta Bupati Lombok Tengah (Loteng) memecat Kepala Puskesmas Pringgarata yang diduga sangat arogan menganggap Tenaga Kesehatan Bodoh karena tak lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pernyataan tersebut sangat tendensius dan tidak manusiawi serta melawan kodrat.
“Bupati harus segera memanggil Kapus Pringgarata sebelum gelombang amarah masyarakat bergemuruh di loteng, jangan sampai juga dia jadi Kapus bukan karena prestasinya, melainkan karena kepentingan politik? Se pintar apa sih Kapus Pringgarata ini, sehingga angkuh sekali?,” tegas Rindhot pada media.
Lebih lanjut Rindhot menegaskan, selama menjadi budak negara yang sumber penghasilannya dari uang pajak rakyat jangan pernah sombong. Jangan karena teman-teman Tenaga Kesehatan (Nakes) menyampaikan aspirasinya kemudian Kapus menganggap itu salah.
“Kebebasan berpendapat di Indonesia dijamin konstitusi, utamanya diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. UU tersebut melindungi hak warga negara menyampaikan pikiran lisan ataupun tulisan secara bertanggung jawab, dengan kewajiban menghormati hak orang lain, moral, serta hukum yang berlaku. Jadi Kapus Pringgarata harus banyak belajar, atau jangan-jangan ia mengintimidasi Nakes karena takut hilang jabatannya?,” tanya Rindhot.
Kita semua mestinya prihatin bagaimana membantu pemerintah Daerah dalam memberikan sumbangsih masukan pikiran dan saran untuk memenuhi kesejahteraan rekan-rekan Nakes, bukan justru memperkeruh suasana.
Semoga Bupati Loteng mampu menjawab segala keluh kesah dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat loteng umumnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
