Apresiasi Kinerja Kejari Loteng, GMPRI Minta Periksa Khusus Buk Aluh Dan Gandeng PPATK Periksa Asetnya

03 Jun 2026 • 20:05 Taufik

Warta Mataram – Lombok Tengah – Penanganan kasus yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) menuai respon positif dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua GMPRI NTB, Rindawanto Evendi, lebih akrab disapa Rindhot, mengingatkan agar Kejari tidak hanya fokus pada kalangan menengah ke bawah, tetapi juga menyoroti oknum-oknum tertinggi di pemerintahan daerah Loteng.

Salah satu fokus dalam kritiknya adalah kasus Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Loteng, di mana Rindhot merasa Kejari hanya menghukum pihak-pihak yang dianggap lemah.

“Kami melihat banyak kasus yang ditangani oleh Kejari Loteng tidak menyentuh pelaku utama, justru hanya kalangan bawah yang menjadi tersangka. Dugaan kami, sosok seperti Buk Aluh dan para pemimpin daerah lainnya sesungguhnya berperan sebagai dalang dari berbagai peristiwa ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Rindhot mendesak agar Kejari melakukan pemeriksaan terhadap Buk Aluh dan menggandeng PPAT untuk mengecek sumber kekayaan yang dimiliki oleh pihak tersebut. Menurutnya, transparansi dalam proses hukum sangat diperlukan untuk mencapai keadilan yang hakiki.

“Kami berharap Kejari dapat memperluas jangkauan dalam penanganan kasus-kasus ini. Jangan sampai institusi hukum hanya mengincar yang lemah sementara yang berkuasa dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Taufik
Jurnalis yang aktif meliput isu sosial, pemerintahan, dan perkembangan daerah.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya