Harga Minyak Naik Lagi, Pasar Pantau Ketat Situasi Selat Hormuz

09 May 2026 • 10:25 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Harga minyak dunia kembali menguat setelah memanasnya situasi di Selat Hormuz. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Sabtu 9 Mei 2026, harga minyak Brent pada perdagangan Jumat ditutup di level 101,29 dolar AS per barel, naik 1,23 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di 95,42 dolar AS per barel, menguat 0,64 persen.

Meski mengalami kenaikan harian, kedua acuan minyak tersebut masih mencatat penurunan mingguan lebih dari 6 persen. Kondisi ini mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran atas situasi di Selat Hormuz setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Di sisi lain, pasar juga masih melihat peluang adanya gencatan senjata dan pembicaraan baru antara Washington dan Teheran.

“Kita berada di ambang terobosan negosiasi atau justru di ambang pecahnya kembali pertempuran,” kata mitra Again Capital, John Kilduff.

Ia menambahkan, pasar masih percaya ada peluang tercapainya kesepakatan baru antara Iran dan AS dalam waktu dekat.

Sepanjang perdagangan, harga minyak bergerak fluktuatif karena investor terus merespons perkembangan terbaru dari konflik di Timur Tengah. Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menyebut pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh informasi politik dan militer.

“Kita masih bermain dalam permainan berita utama. Pergerakan kapal di Teluk Persia masih berjalan sebaik yang bisa diharapkan,” ujarnya.

Konflik terbaru terjadi setelah pasukan AS dan Iran kembali bentrok di kawasan Teluk. Uni Emirat Arab (UEA) juga kembali menjadi sasaran serangan ketika Washington menunggu respons Teheran atas proposal penghentian konflik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya