PDIP Nilai Kemarahan Mahasiswa Sedang Memuncak Usai Kericuhan Diskusi di UGM

WARTAMATARAM.COM – Aksi protes dan interupsi mahasiswa dalam diskusi Total Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) bertajuk Kodar Bareng Mas Dar menuai pro dan kontra. Forum tersebut menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus menilai peristiwa itu disayangkan, namun sulit dihindari di tengah meningkatnya kemarahan dan gerakan mahasiswa.

"Dalam kondisi normal dan secara etis, kejadian itu patut disayangkan terjadi. Tetapi kalau kita bicara konteks di mana akumulasi kemarahan dan gerakan mahasiswa sedang memuncak, kejadian itu sulit dihindarkan," kata Deddy kepada wartawan, Kamis, 18 Juni 2026.

Deddy yang juga anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan pemilihan waktu dan lokasi kegiatan yang dinilainya tidak mempertimbangkan situasi yang sedang berkembang. Menurutnya, penyelenggaraan forum seperti itu semestinya dilakukan pada waktu yang lebih tepat agar tidak memicu gesekan.

"Kesannya seolah menantang dan tak peduli. Seharusnya kegiatan sosialisasi atau propaganda itu dilakukan jauh hari agar pesan tersampaikan. Atau nanti setelah keadaan lebih kondusif untuk menyampaikan respon pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa. Jadi jelas-jelas kegiatan ini sejak awal berpotensi menimbulkan gesekan," ujarnya.

Deddy juga menilai Budiman Sudjatmiko tak lagi bisa dilihat sebagai representasi aktivis seperti masa lalu. Ia menyebut, sejak terjun ke dunia politik dan berada di lingkar kekuasaan, jarak antara Budiman dan mahasiswa kini semakin lebar.

"Soal Budiman saya kira sudah terang benderang tidak bisa dilihat sebagai aktivis. Dia sudah lama meninggalkan dunia pergerakan itu sejak terjun dalam politik dan selama 12 tahun terakhir di pusat kekuasaan. Jadi menurut saya, Budiman dan para mahasiswa punya jarak dan tembok pemisah yang cukup jauh dan tinggi," katanya.

Ia menambahkan, kericuhan itu seharusnya bisa dihindari jika kegiatan digelar di waktu atau tempat yang berbeda. Deddy juga menyarankan Budiman Sudjatmiko untuk merefleksikan posisinya saat ini dibandingkan saat masih aktif di gerakan mahasiswa.

"Tanya saja sama Budiman, apa yang akan dia lakukan jika dia ada dalam posisi seperti mahasiswa itu di waktu lalu? Dia tidak bisa lagi berpikir romantik dan nostalgik seolah punya deposito abadi sebagai aktivis. Dia sudah menjadi bagian dari kekuasaan," pungkasnya.

Peristiwa tersebut memunculkan kembali perdebatan mengenai ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa, terutama di tengah meningkatnya tensi politik dan sosial di kampus.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya