Hasto Gaungkan Kembali Semangat KAA, Palestina Harus Merdeka

19 Apr 2026 • 06:13 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan amanat konstitusi dan hukum internasional yang berakar dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

Hal itu disampaikan Hasto saat membuka Seminar Nasional bertajuk Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu, 18 April 2026.

Hasto mengingatkan bahwa pada 1955 para pemimpin dari 29 negara menandatangani komunike politik yang secara tegas mendukung hak bangsa Arab atas Palestina. Menurut dia, sikap tersebut menjadi tonggak sejarah ketika negara-negara Asia-Afrika bersatu menyuarakan keadilan tanpa campur tangan kekuatan Barat.

"Dalam komunike KAA, sangat jelas disebutkan bahwa adanya ketegangan di Timur Tengah akibat masalah Palestina adalah bahaya bagi perdamaian dunia. KAA menyerukan pelaksanaan resolusi PBB dan penyelesaian damai. Inilah hukum internasional yang kita ciptakan sendiri melalui Semangat Bandung," ujar Hasto.

Ia menilai Indonesia memiliki rekam jejak sejarah sebagai mercusuar keadilan dan harus tetap konsisten menjadi teladan dalam membela kemanusiaan. Hasto juga menekankan pentingnya menolak segala bentuk penindasan antarbangsa.

Di tengah situasi geopolitik dunia yang dinilainya semakin anarkis, Hasto menyebut diplomasi Indonesia harus berpegang pada sejarah agar tidak kehilangan arah. Karena itu, PDIP terus mendorong narasi pembebasan bagi bangsa-bangsa tertindas sebagai inti politik luar negeri bebas aktif.

Hasto turut menyinggung pemikiran geopolitik Bung Karno yang ia sebut sebagai Progressive Geopolitical Co-existence. Konsep tersebut, kata dia, menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai sambil tetap memperjuangkan keadilan sosial bagi dunia.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengapresiasi kehadiran sejumlah tokoh, termasuk Andi Wijayanto dan sejarawan Prof. Asvi Warman Adam, yang ikut membedah relevansi gagasan Bung Karno dalam konteks kekinian.

Ia juga menyinggung peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang disebutnya konsisten membawa semangat KAA dalam berbagai kunjungan diplomatik. Menurut Hasto, Megawati terus menggaungkan proyek dekolonialisasi modern agar negara-negara di dunia tidak terjebak pada bentuk ketergantungan baru.

Hasto berharap seminar tersebut menghasilkan dialektika pemikiran yang produktif bagi masa depan diplomasi Indonesia. Ia juga mengajak generasi muda mempelajari sejarah perjuangan para pendiri bangsa yang berhasil membuat dunia menoleh pada kekuatan Asia-Afrika.

Seminar ini menjadi pembuka rangkaian peringatan 71 tahun KAA yang digelar PDIP. Pada sesi berikutnya, Megawati Soekarnoputri dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato utama dan memperdalam posisi ideologis Indonesia di panggung dunia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya