Aktivis 98 Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Khianati Dasa Sila Bandung

20 Apr 2026 • 03:14 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Jaringan aktivis 98 lintas kota menilai pemerintahan Prabowo-Gibran telah menyimpang dari semangat Dasa Sila Bandung yang lahir dari Konferensi Asia Afrika pada 18-25 April 1955.

Menurut mereka, momentum 71 tahun Dasa Sila Bandung seharusnya menjadi pengingat bagi Indonesia untuk memperkuat prinsip kedaulatan, keadilan, serta kerja sama antarbangsa. Peringatan itu, kata mereka, tidak semestinya berhenti pada seremoni historis, tetapi juga menjadi pijakan dalam merumuskan arah kebijakan nasional.

Dalam keterangannya di Bandung, Minggu 19 April 2026, aktivis 98 menyebut keputusan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk bergabung dengan Board of Peace (BOP) sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Dasa Sila Bandung 1955.

Mereka juga menyoroti praktik demokrasi liberal prosedural yang dinilai melahirkan tirani mayoritas yang opresif dan represif. Kritik itu dikaitkan dengan kondisi penegakan hukum serta persepsi korupsi di Indonesia yang menurut mereka masih memprihatinkan.

Selain itu, aktivis 98 menilai praktik ekonomi kapitalistik rente yang berkelindan dengan neoliberalisme menunjukkan Indonesia masih berada dalam ketergantungan struktural. Mereka merujuk pada 50 butir Letter of Intent (LoI) dengan IMF pada era Soeharto yang dianggap bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945.

Menurut mereka, kebijakan yang mendorong liberalisasi, privatisasi, dan deregulasi justru memperlemah kontrol negara atas sektor strategis dan membuka ruang akumulasi rente oleh elite. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan cita-cita membangun ekonomi yang berdaulat, adil, dan mandiri.

Di bidang budaya, aktivis 98 juga menyoroti semakin terpinggirkannya masyarakat adat akibat arus budaya asing. Mereka menyebut hal itu sebagai salah satu bentuk imperialisme budaya yang berpotensi mengikis identitas dan jati diri bangsa.

Refleksi 71 tahun Dasa Sila Bandung, menurut mereka, harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan perlindungan identitas budaya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya