Independensi Kejari Loteng Disorot, GMPRI: Jangan Murahan

16 May 2026 • 15:01 VIP
Screenshot

Warta Mataram – Lombok Tengah – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) awalnya di apresiasi publik karena awal-awal kepemimpinan Ibu Ayu memberikan harapan besar terhadap penegakan hukum di gumi tastura.
Sayangnya apresiasi tersebut pupus seketika saat Kejari Praya mengambil panggung di acara Care Free Night milik pemda.

“Kejadin ini berulang saat bu intan dulu genas ganasnya eh malah di kasi panggung langsung hilang semua kasus, seperti kasus PPJ yang tersentuh hanya sampai Kadis ke bawah, sementara Aktor besar seperti Buk Aluh dan jajaran besarnya yang kami duga kuat sebagai dalangnya justru tak tersentuh,” Ujar Ketua GMPRI NTB Rindawanto Evendi alias Rindhot.

pola seperti ini sangat terbaca oleh masyarakat terutama sipil anti korupsi sebagai upaya Pemda melakukan pendekatan ke APH. Seyogyanya jika Kejari benar benar serius praktek semacam ini tidak di lakukan dan menghindari konflik kepentingan dengan pihak yang sedang bermasalah.

Kan jelas Jaksa akan mengumumkan tersangka Kadis DLH kemudian akan menaikkan beberapa kasus yang sudah di laporkan ada kubah masjid, Baju Kader Posyandu yang di gunakan kampanye juga dugaan korupsi lain sekitar 12 kasus yang sudah di laporkan.

GMPRI menilai jika Kejari mau panggung area CFN meliputi halaman Kejari sendiri dan bisa membuat acara disana dengan tema sendiri,” paparnya.

Untuk itu kami meminta Ibu Kajari menolak bentuk bentuk “pengodop odop” dari pihak yang saat ini sedang bermasalah. Demi menjaga integritas dan Independen Kejari di mata masyarakat.

VIP
Jurnalis Independen