Kritik Mahasiswa soal Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Masukan Berharga bagi Pembangunan

12 Jun 2026 • 09:34 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan kelompok aktivis terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax, mendapat tanggapan dari Ketua Umum Relawan Jarnas Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH, MH.

Menurut Nasarudin, kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Ia mengapresiasi kepedulian para aktivis yang terus mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan publik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, aktivis, dan para pengamat yang telah menyampaikan kritik serta aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Masukan seperti ini sangat berharga untuk pembangunan bangsa yang lebih baik,” ujar Nasarudin di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Meski demikian, ia menilai kritik terhadap kenaikan BBM non-subsidi perlu dipahami secara komprehensif. Menurutnya, masyarakat perlu membedakan BBM subsidi dan non-subsidi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menilai kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan, Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang umumnya digunakan oleh kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih baik. Karena itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak dapat disamakan dengan kebijakan BBM subsidi yang menyangkut kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Negara tidak ingin beban subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil justru ikut dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu. Pemerintah harus memastikan anggaran negara benar-benar difokuskan untuk melindungi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Nasarudin menambahkan, penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus mempertahankan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.

Ia menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen membela kepentingan rakyat kecil melalui berbagai skema subsidi dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

“Pemerintah tetap fokus melindungi rakyat miskin. Subsidi harus tetap tersedia bagi masyarakat yang memang berhak menerimanya sehingga mereka dapat bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasarudin menilai penolakan terhadap kenaikan BBM non-subsidi perlu dikaji lebih mendalam. Jika harga BBM non-subsidi terus ditahan, negara berpotensi menanggung beban yang lebih besar untuk kelompok masyarakat yang sebenarnya mampu membayar sesuai mekanisme pasar.

“Dalam perspektif keadilan sosial, subsidi harus diarahkan kepada mereka yang membutuhkan. Negara tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat miskin demi mempertahankan kenyamanan kelompok yang secara ekonomi mampu,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada perlindungan masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, tantangan ekonomi global saat ini tak lepas dari situasi geopolitik dunia yang memengaruhi rantai pasok energi dan harga minyak internasional.

“Kondisi geopolitik global yang tidak menentu telah memberikan tekanan terhadap harga energi dunia. Dalam situasi seperti ini, pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang bijak agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan rakyat kecil tetap terlindungi,” ujarnya.

Karena itu, Nasarudin menilai kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan langkah yang tepat dan rasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini.

Ia mengajak masyarakat melihat kebijakan tersebut secara objektif, bukan semata dari sisi kenaikan harga, melainkan dari tujuan pemerintah menjaga keseimbangan antara keberlanjutan anggaran negara dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Yang harus menjadi prioritas kita bersama adalah memastikan rakyat kecil tetap terlindungi. Mari kita perkuat dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan menjaga ketahanan ekonomi bangsa,” tutup Nasarudin.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya