NTB Tegaskan Pentingnya Komunikasi Publik dalam Mitigasi Bencana

27 Aug 2025 • 00:37 Redaksi

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kembali komitmennya dalam upaya mitigasi bencana dengan menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan hal ini saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Efektivitas Komunikasi Risiko Bencana di Hotel Santika, Mataram, pada Selasa (26/8).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB melalui BPBD, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Siap Siaga, serta Pemerintah Australia. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengungkapkan apresiasinya atas dipilihnya NTB sebagai pilot project untuk kegiatan strategis ini. Ia menekankan bahwa isu kebencanaan harus menjadi perhatian serius, mengingat NTB adalah salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di Indonesia.

Gubernur menyoroti tantangan bencana yang sering terjadi, seperti banjir di Kota Mataram dan wilayah lainnya. Menurutnya, penanganan banjir harus dimulai dari hulu dengan memperbaiki kondisi hutan, bukan hanya fokus pada hilir. “Kalau tidak kita atasi dari hulu, setiap tahun akan terus habis anggaran triliunan hanya untuk memperbaiki infrastruktur di hilir,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi publik merupakan elemen strategis dalam penanganan bencana, baik sebelum, saat, maupun setelah kejadian. Ia mencontohkan keberhasilan negara-negara yang mengelola pandemi COVID-19 melalui komunikasi publik yang terstruktur.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan bahwa seluruh wilayah Indonesia rawan bencana, dengan lebih dari 3.700 bencana terjadi pada 2024 dan 2.260 bencana hingga 19 Agustus 2025. Rustian juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dengan mengacu pada gempa Lombok tujuh tahun lalu yang menewaskan lebih dari 500 jiwa.

Ia menambahkan bahwa BNPB terus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya