Rupiah Menguat Tipis di Tengah Memanasnya Selat Hormuz
WARTAMATARAM.COM – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin, 20 April 2026, di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang berpusat di Selat Hormuz.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak menguat 0,09 persen ke level Rp17.175 per dolar Amerika Serikat.
Penguatan terbatas ini terjadi saat pasar mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah, setelah Iran dilaporkan kembali memblokade jalur strategis distribusi energi dunia tersebut. Pengiriman melalui Selat Hormuz disebut sempat terhenti total pada Minggu, usai Iran menegaskan kontrolnya atas perairan itu.
Pihak militer Iran menyatakan Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata. Iran juga menuding kebijakan blokade Amerika Serikat sebagai pemicu meningkatnya eskalasi di kawasan.
Ketegangan tersebut muncul hanya beberapa hari menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat pada 22 April 2026.
Di sisi lain, pasar saham dalam negeri juga dibuka positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29,39 poin atau 0,39 persen ke level 7.663,39 pada pembukaan perdagangan.
Namun hingga pukul 09.20 WIB, penguatan IHSG mulai terpangkas dan bergerak di level 7.645 atau naik tipis 0,15 persen. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat bergerak dalam rentang 7.622 hingga 7.671.
Pergerakan saham berlangsung variatif, dengan 269 saham menguat, 285 saham melemah, dan 177 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp2,1 triliun dengan volume 483 juta saham dalam 351 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp13.666 triliun.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
