Rosan Enggan Komentari Rencana Pengambilalihan PNM oleh Kemenkeu, Operasional Dipastikan Normal

24 Apr 2026 • 09:21 iMedia

WARTAMATARAM.COM – CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memilih tidak berkomentar banyak terkait rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Rosan menyarankan agar pertanyaan mengenai rencana tersebut langsung ditujukan kepada Kementerian Keuangan. “Mungkin ditanyakan saja ya ke Kementerian Keuangan,” ujar Rosan usai konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis 23 April 2026.

Ia juga enggan menjelaskan lebih jauh soal arah kebijakan ke depan terkait PNM. Rosan menegaskan bahwa operasional perusahaan sejauh ini masih berjalan normal tanpa perubahan berarti.

“Kami berjalan seperti biasa,” katanya singkat.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keinginannya agar Kementerian Keuangan mengambil alih pengelolaan PNM yang saat ini merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Dalam rencana itu, PNM akan ditempatkan di bawah salah satu special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

“Saya sedang mengajukan ke Danantara agar PNM diserahkan kepada kami (Kementerian Keuangan). PNM Madani itu diserahkan ke kami, nanti akan kami jadikan penyalur KUR,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurut Purbaya, langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai belum optimal. Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan bersubsidi, sementara pemerintah menanggung biaya bunga yang besar melalui mekanisme perbankan.

Ia menyebut, selama ini pemerintah membayar bunga hingga 18 persen untuk KUR yang disalurkan lewat bank-bank, dengan beban anggaran sekitar Rp40 triliun per tahun.

Purbaya menilai, jika penyaluran KUR dilakukan melalui PNM di bawah SMV Kementerian Keuangan, dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dana bergulir. Dengan begitu, anggaran yang selama ini terserap untuk subsidi bunga dapat dipakai memperkuat permodalan.

Ia bahkan menargetkan PNM bisa bertransformasi menjadi bank khusus UMKM dengan modal mencapai Rp200 triliun dalam lima tahun.

“Jadi, anggaran yang kami keluarkan tidak bertambah, tetap Rp40 triliun setiap tahun, tetapi dana tersebut dipinjamkan sebagai dana bergulir dengan bunga murah. Jadi, Rp40 triliun itu tidak hilang,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, kinerja PNM sebagai bagian dari BRI Group tercatat menunjukkan tren positif. Perusahaan membukukan lonjakan laba dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025.

BRI Group menilai peningkatan tersebut mencerminkan ekspansi bisnis sekaligus penguatan pengelolaan risiko.

“Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Group CEO BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya