Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS
WARTAMATARAM.COM – Harga Bitcoin bergerak cenderung datar dalam 24 jam terakhir, dengan penurunan tipis yang lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dan aksi ambil untung dibanding sentimen besar di pasar.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat siang, 17 April 2026, Bitcoin tercatat turun 0,16 persen ke level 74.919 dolar AS. Pergerakan aset kripto ini juga masih selaras dengan pasar keuangan global, terlihat dari korelasinya yang cukup tinggi dengan indeks saham AS S&P 500, yakni 75,8 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan Bitcoin masih bergerak mengikuti sentimen makro yang sama dengan pasar saham. Salah satu pemicu pelemahan datang dari aksi ambil untung di area resistensi penting, ketika harga mendekati kisaran 76.000 hingga 76.800 dolar AS yang sebelumnya juga menjadi batas atas reli pada Januari.
Data on-chain juga mencatat peningkatan aliran Bitcoin ke bursa, terutama dari investor jangka pendek yang memilih mengamankan keuntungan. Dalam 24 jam, lebih dari 65.000 BTC dikirim ke bursa saat harga mendekati 75.000 dolar AS, sehingga menambah tekanan jual di pasar.
Di sisi lain, belum ada faktor spesifik dari ekosistem kripto maupun pasar global yang secara kuat memicu koreksi ini. Pergerakan yang terjadi dinilai lebih mencerminkan fase konsolidasi wajar setelah reli sebelumnya.
Untuk jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih bergerak dalam rentang konsolidasi dengan support di 72.000 dolar AS dan resistensi di 76.000 dolar AS. Selama harga bertahan di atas 72.000 dolar AS, peluang untuk kembali menguji area resistensi masih terbuka.
Namun, jika support tersebut ditembus, struktur kenaikan yang terbentuk sebelumnya berisiko batal. Dalam skenario itu, harga Bitcoin berpotensi turun lebih dalam ke kisaran 70.000 hingga 70.500 dolar AS, yang merupakan area retracement Fibonacci 50 persen.
Pasar kini menanti katalis berikutnya dari sisi makro, terutama rapat The Fed atau FOMC pada 28 April, yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
