Prof. Jimly Soroti Kualitas Pemilu RI yang Dinilai Mengkhawatirkan

18 Apr 2026 • 17:25 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie menilai kualitas pemilihan umum di Indonesia perlu segera dibenahi agar tidak berdampak pada penurunan indeks demokrasi Indonesia di tingkat global.

Pernyataan itu disampaikan Jimly saat berpidato dalam peluncuran bukunya berjudul Etika yang Melembaga di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 17 April 2026.

"Core business-nya demokrasi itu kan pemilu dan kepartaian. Pemilu itu rutin lima tahunan. Kalau pemilu itu tidak beres, kita tidak bisa berharap demokrasi berkembang kualitas dan integritasnya," ujar Jimly.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu menilai, pada masa non-tahapan pemilu seperti saat ini, sudah semestinya dilakukan sejumlah perbaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.

Menurut dia, jika persoalan pemilu tidak segera dibereskan, maka akan muncul tren penurunan yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain. Ia menyebut gejala democratic regression atau kemunduran demokrasi memang tengah terjadi secara global.

Jimly juga mendorong perbaikan di tubuh partai politik. Menurutnya, kualitas demokrasi nasional sangat dipengaruhi oleh partai politik sebagai pilar utama demokrasi.

"Begitu juga partai, kalau partai begini-begini saja, tidak ada internalisasi demokrasi, bagaimana mungkin dia bisa diharapkan untuk efektif membangun demokrasi eksternal," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya