JK Ungkap Isi Chat Rismon yang Ingin Bertemu, Sebut Akan Bawa Buku Gibran End Game

20 Apr 2026 • 03:14 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), membeberkan isi pesan singkat dari peneliti forensik digital Rismon Sianipar yang disebut ingin bertemu dengannya di tengah polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JK menunjukkan pesan dari seorang rekan Rismon bernama Arief yang berisi permintaan pertemuan bersama tujuh orang lainnya. Namun, ia mengaku menolak ajakan tersebut.

“Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima. Minta waktu nanti ditampilkan WhatsApp-nya. Oleh temannya, saya tolak,” kata JK dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026) sore.

JK juga mengatakan Rismon sempat berencana membawa buku berjudul Gibran Endgame untuk dibahas dalam pertemuan itu. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terlibat lebih jauh dalam persoalan tersebut.

“Dia mau bawa buku Gibran Endgame ke saya. Mau ditemani oleh beberapa orang,” ujarnya.

“Saya tolak. Saya tidak mau campur dengan urusan itu,” tegas JK.

JK menambahkan, dirinya memilih tetap netral dalam polemik ijazah Jokowi yang belakangan turut menyeret sejumlah nama tokoh. Menurut dia, persoalan itu justru melebar ke banyak pihak sehingga berpotensi mengaburkan inti masalah.

“Tapi ini soal Rismon itu sudah melibatkan semua orang. Dituduh lah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja,” katanya.

JK juga membantah tudingan yang menyebut dirinya memberikan uang Rp5 miliar kepada pihak tertentu. Ia menegaskan tidak mengenal pihak yang dituduhkan.

“Dituduh kasih Rp5 miliar. Mana saya kasih Rp5 miliar? Ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan sikapnya yang menolak berbagai upaya komunikasi, termasuk dari Roy Suryo, demi menjaga jarak dari polemik yang sedang bergulir.

“Roy Suryo juga mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” kata JK.

Menurut JK, menjaga jarak adalah langkah terbaik agar dirinya tidak terseret dalam konflik yang lebih luas. Ia pun mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada tudingan yang belum jelas kebenarannya.

“Janganlah macam-macam begitu,” pungkasnya.

Sumber: disway

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya