Pengembangan DME dan CNG Dinilai Bisa Kurangi Ketergantungan Impor LPG

28 Apr 2026 • 06:36 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 1,6 juta hingga 1,7 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, ketergantungan Indonesia pada impor LPG masih cukup besar, yakni sekitar 7 juta ton per tahun. Pemerintah pun tengah menyiapkan sejumlah opsi substitusi energi untuk menekan beban impor tersebut.

Bahlil menyebut, pemerintah terus mengkaji berbagai sumber alternatif LPG secara intensif dan berkelanjutan. Menurut dia, pencarian solusi dilakukan hampir setiap hari untuk mendapatkan formulasi terbaik.

“Untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya,” ujar Bahlil usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Salah satu opsi yang tengah didorong adalah pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara kalori rendah melalui proses hilirisasi. Skema ini dinilai dapat menjadi substitusi LPG dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

“Kalau DME itu dari batu bara low calorie, kemudian dia dilakukan hilirisasi, dan dia menjadi substitusi pengganti daripada LPG,” kata Bahlil.

Selain DME, pemerintah juga mempertimbangkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang berbasis gas dengan kandungan C1 dan C2. Menurut Bahlil, ketersediaan gas untuk opsi ini relatif melimpah di dalam negeri.

“Nah, alternatif ketiga, sekarang lagi masih dalam pembahasan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan CNG membutuhkan teknologi kompresi bertekanan tinggi, yakni sekitar 250 hingga 400 bar, agar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya