Wall Street Menguat Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

WARTAMATARAM.COM – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat tajam setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran pada Kamis, 11 Juni 2026, waktu setempat.

Penguatan terjadi di seluruh indeks utama. Dow Jones Industrial Average naik 929,97 poin atau 1,86 persen ke level 50.848,75. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,75 persen ke 7.394,30 dan Nasdaq Composite melesat 2,54 persen menjadi 25.809,66.

Sentimen positif muncul setelah Trump menyampaikan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut dokumen perjanjian hampir final dan diperkirakan segera ditandatangani.

“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui, saya sebagai Presiden Amerika Serikat membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” tulis Trump di Truth Social.

Sebelumnya, pasar sempat diliputi ketidakpastian setelah Trump mengancam akan menyerang Iran dan bahkan menyebut kemungkinan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Namun, perubahan sikap Gedung Putih membuat investor kembali memburu aset berisiko, termasuk saham.

Sektor teknologi, khususnya saham-saham semikonduktor, menjadi penggerak utama kenaikan bursa. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Intel pulih kuat setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi terakhir. Dana indeks semikonduktor iShares Semiconductor ETF (SOXX) bahkan melonjak lebih dari 8 persen.

Saham Intel menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian setelah naik sekitar 9 persen. Kenaikan itu terjadi usai Bank of America menaikkan rekomendasi saham perusahaan tersebut dari underperform menjadi buy. Pemulihan saham chip turut membantu mendongkrak Nasdaq yang sebelumnya berada di bawah tekanan.

Perhatian investor juga tertuju pada rencana penawaran umum perdana (IPO) perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan melantai di bursa pada Jumat. IPO tersebut diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan valuasi sekitar 1,8 triliun dolar AS. Antusiasme jelang IPO SpaceX ikut mendorong minat terhadap saham teknologi dan industri luar angkasa.

Meski demikian, tidak semua saham teknologi bergerak positif. Saham Oracle justru turun sekitar 8 persen setelah perusahaan perangkat lunak itu mengumumkan rencana penggalangan dana tambahan senilai 20 miliar dolar AS melalui penerbitan saham dan utang untuk membiayai ekspansi kecerdasan buatan (AI).

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya