Bunda Sinta Pimpin YKI NTB, Ajak Masyarakat Bergerak Bersama Lawan Kanker

18 Apr 2026 • 17:31 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Sinta Agathia M. Iqbal resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2026–2031. Pelantikan ini menjadi penegasan komitmen daerah dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan kanker melalui kolaborasi masyarakat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum YKI Pusat, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, secara daring dari Jakarta. Prosesi berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya, Sinta Agathia yang akrab disapa Bunda Sinta menegaskan bahwa penanganan kanker tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Menurutnya, upaya tersebut harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Isu kanker adalah persoalan besar yang tidak bisa kita serahkan hanya kepada tenaga kesehatan. Ini harus menjadi gerakan bersama, karena kolaborasi adalah kekuatan utama kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, penekanan angka kasus kanker harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi kepada masyarakat, perubahan pola hidup, hingga peningkatan kesadaran akan pentingnya deteksi dini.

Sementara itu, Ketua Umum YKI Pusat, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting dalam mendorong transformasi organisasi YKI agar lebih profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi, terutama di bidang hukum dan perpajakan.

“Transformasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menyangkut perubahan cara kerja, tata kelola organisasi, hingga pola koordinasi antara pusat dan daerah,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa YKI ke depan akan memperkuat sistem koordinasi nasional yang terstandar, namun tetap memberi ruang bagi daerah untuk mengembangkan program sesuai kebutuhan lokal. Transparansi dan akuntabilitas, kata dia, menjadi fokus utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Prof. Aru juga menyoroti tingginya angka kasus kanker di Indonesia. Sekitar 90 persen kasus, menurutnya, dipengaruhi oleh faktor risiko gaya hidup dan lingkungan. Kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas utama.

“Penurunan angka kanker tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi pada pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia turut mendorong penguatan kolaborasi antara YKI, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Kegiatan pelantikan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Yayasan Kanker Indonesia, sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam upaya penanggulangan kanker di Indonesia.

Dengan kepemimpinan baru, YKI NTB diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi, memperkuat gerakan deteksi dini, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi ancaman kanker secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya