Investasi Triwulan I 2026 di Batam Tembus Rp17,4 Triliun, Tumbuh 102,85 Persen

24 Apr 2026 • 09:21 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Capaian ini tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year) dan 68,92 persen dibanding triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter).

Peningkatan tersebut menandai akselerasi investasi di Batam pada awal 2026, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.

Dari komposisinya, investasi terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun. Pertumbuhan PMDN menjadi sorotan karena melonjak 216 persen secara tahunan, menandakan meningkatnya kepercayaan investor domestik terhadap Batam.

Secara sektoral, investasi terbesar datang dari industri mesin dan elektronik sebesar 23,65 persen, disusul kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran 13,09 persen.

“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Kepala BP Batam Amsakar Achmad, dikutip Jumat, 24 April 2026.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut kontribusi Batam terhadap investasi Kepulauan Riau memiliki arti strategis. Menurut dia, Batam berperan sebagai penggerak utama ekonomi kawasan dengan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa kualitas pertumbuhan investasi juga menjadi perhatian. Ia menilai struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif, menunjukkan Batam semakin dipandang sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable.

Dari sisi asal negara investor, Singapura menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun. Kontributor berikutnya berasal dari Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Sebaran ini menunjukkan posisi strategis Batam dalam jaringan investasi regional dan global.

BP Batam memastikan akan menjaga momentum tersebut melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian usaha. Ke depan, Batam tidak hanya dibidik sebagai daerah dengan nilai investasi tinggi, tetapi juga sebagai kawasan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya