Momen Hari Kartini, PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

29 Apr 2026 • 06:39 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Dalam semangat Hari Kartini, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses, sekaligus mendukung upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan, dari kondisi saat ini sekitar 140 per 100.000 kelahiran hidup.

Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang disebut berkontribusi sekitar 25 persen dari total kasus.

“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40,” ujar Budi dalam Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/4).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, inisiatif tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

“Kami hadir di tengah masyarakat, salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi,” kata Darmawan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services sekaligus Wakil Ketua Umum Srikandi PLN Susiana Mutia mengatakan program ini juga sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, khususnya menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi.

Susiana menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kesetaraan perempuan. Ia juga menyinggung kisah Kartini yang wafat setelah melahirkan karena diduga mengalami preeklamsia, sehingga penting bagi perempuan untuk mendapatkan perhatian serius selama masa kehamilan.

“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan, khususnya ibu hamil,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya