Rugi Bersih Ancol Membengkak, Posisi Kas Justru Naik Tajam
WARTAMATARAM.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengawali 2026 dengan tekanan kinerja yang cukup besar. Emiten pariwisata milik Pemprov DKI Jakarta itu membukukan kenaikan rugi bersih signifikan pada tiga bulan pertama tahun ini, di tengah penurunan pendapatan dan lonjakan beban.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip pada Kamis, 16 April 2026, PJAA mencatat rugi bersih sebesar Rp38,81 miliar per 31 Maret 2026. Angka tersebut naik 247,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perseroan merugi Rp11,17 miliar.
Pembengkakan rugi tersebut terutama dipicu penurunan pendapatan usaha sebesar 1,5 persen menjadi Rp207,58 miliar. Pelemahan paling terasa terjadi pada penjualan tiket wahana dan pintu gerbang yang turun 7,87 persen menjadi Rp126,13 miliar.
Di sisi lain, beban pokok usaha justru meningkat 10,7 persen dan beban usaha melonjak 24,6 persen. Kondisi itu membuat perusahaan membukukan rugi usaha sebesar Rp14,39 miliar.
Akibat tekanan tersebut, rugi sebelum pajak Ancol melesat 437,4 persen menjadi Rp36,77 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp1,66 miliar, rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp38,81 miliar.
Dari sisi neraca, total aset PJAA turun tipis 2,9 persen menjadi Rp3,53 triliun. Penurunan aset ini sejalan dengan penyusutan ekuitas sebesar 2,1 persen menjadi Rp1,82 triliun.
Meski begitu, ada perkembangan positif pada posisi keuangan perusahaan. Total liabilitas PJAA berhasil ditekan 3,9 persen menjadi Rp1,7 triliun. Selain itu, kas dan setara kas justru meningkat tajam 43,1 persen menjadi Rp398,55 miliar, yang memberi ruang likuiditas lebih kuat di tengah tekanan kinerja operasional.
