SLBN 2 Mataram Mencetak Sejarah dengan Juara II di FLS3N DIKSUS 2026
Warta Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengukir prestasi yang membanggakan di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) DIKSUS 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini dilaksanakan secara daring, dan menjadi moment spesial bagi dunia pendidikan di NTB.
Siswa dari SLBN 2 Mataram, Abdurrahman Hisyam, yang merupakan peserta didik tunarungu kelas VIII SMP, berhasil mengantongi Juara II Nasional dalam cabang lomba Pantomim. Sementara itu, Juara I berhasil diraih oleh Provinsi Jawa Timur, dan Juara III disabet oleh Provinsi DKI Jakarta. Pengumuman pemenang berlangsung pada acara penutupan FLS3N DIKSUS 2026 yang digelar pada tanggal 17 Juli 2026 melalui saluran YouTube Pusat Prestasi Nasional.
Capaian Abdurrahman Hisyam tidak hanya sekadar penghargaan, melainkan juga merupakan bukti nyata bahwa siswa berkebutuhan khusus dapat berprestasi di tingkat nasional dengan dukungan yang tepat. Ini menunjukkan pentingnya kesempatan dan pembinaan yang diberikan kepada mereka.
Untuk meraih prestasi tersebut, Abdurrahman tidak sendirian. Ia mendapatkan bimbingan dari Lita Wahyuni, S.Pd, selaku guru di SLBN 2 Mataram. Selain itu, dukungan dari Nash Jauna, seorang pegiat seni Teater dari Taman Budaya NTB, juga sangat berperan dalam persiapan dan pelaksanaan lomba. Dengan pelatihan yang intensif, Abdurrahman mampu mempersiapkan diri dengan baik.
Tidak hanya SLBN 2 Mataram yang menyumbangkan prestasi, SLBN 1 Mataram juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Mereka meraih Juara I dalam cabang Film Pendek dan berhasil mendapatkan Juara Harapan I dalam cabang Cipta Komik Strip. Ini adalah penghargaan yang menunjukkan bahwa karya dan kreativitas siswa berkebutuhan khusus di NTB mampu bersaing di tingkat nasional.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa di balik keragaman kemampuan yang dimiliki oleh siswa berkebutuhan khusus, terdapat potensi besar yang bisa dikembangkan. Hal ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas.
Secara keseluruhan, pencapaian yang diraih tidak hanya sekadar tentang medali atau trofi, melainkan adalah langkah besar menuju pengakuan terhadap kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus. Ini adalah momentum penting bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam memperkuat inklusivitas di dalam sistem pembelajaran.

Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
