Wagub NTB Ajak Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan di Kota Bima
Warta Mataram – Kota Bima – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, melaksanakan Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Walikota Bima pada Senin, 2 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wagub Dinda menyatakan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan inisiatif nasional untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai basis sosial dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Pengelolaan sampah hendaknya tidak lagi menggunakan metode konvensional, melainkan beralih pada sistem yang terintegrasi, mulai dari sumber sampah hingga tempat pemrosesan akhir,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi NTB mencatat bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antara sepuluh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di NTB, hanya sebagian yang telah menerapkan sistem pengelolaan yang terkontrol, sementara sisanya membutuhkan penataan lebih lanjut. “Ini adalah pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara bertahap, terukur, dan berkesinambungan,” tambahnya.
Wagub Dinda juga menyoroti pentingnya memperbaiki Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Pada tahun 2025, IKLH Provinsi NTB diperkirakan mencapai 77,4 yang tergolong baik, tetapi masih di bawah target nasional. “Parameter seperti kualitas udara, kualitas air, dan tutupan lahan akan menjadi fokus perbaikan melalui gerakan reboisasi dan penghijauan yang konsisten,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan bukan sekadar seremoni, melainkan seruan untuk tindakan nyata. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dan dilakukan secara sistemik serta terukur,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen ini, apel siaga diakhiri dengan penanaman pohon pule di halaman Kantor Walikota Bima. Kegiatan penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat gerakan penghijauan serta menjaga keseimbangan lingkungan di area perkotaan.
“Kami ingin menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Penanaman pohon pule hari ini merupakan simbol bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” pungkasnya.
Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, pesantren, tempat ibadah, hingga komunitas masyarakat, untuk menjadikan gerakan ini sebagai aksi kolektif yang berkelanjutan. “Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan akan kehilangan pondasi. Mari kita wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutup Wagub Dinda.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
