Peringati 71 Tahun KAA, PDIP Soroti Relevansi Pemikiran Bung Karno soal Imperialisme

19 Apr 2026 • 06:13 iMedia

WARTAMATARAM.COM – DPP PDI Perjuangan memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan menggelar seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Acara yang menghadirkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai keynote speech itu mengangkat tema “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini”.

Sejumlah tokoh hadir dalam forum tersebut, antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto, Dr. Dina Sulaeman, Andi Widjayanto, dan Heri Akhmadi. Acara itu juga dihadiri anggota DPR Fraksi PDIP serta sejumlah aktivis, termasuk Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Dalam sambutannya, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Konferensi Asia Afrika yang digelar pada 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan besar Presiden Soekarno.

“Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia,” kata Basarah.

Basarah menyebut, melalui KAA Bung Karno menunjukkan bahwa bangsa-bangsa Asia dan Afrika berhak menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kolonial maupun imperialisme. Ia juga mengutip pidato Soekarno yang menyerukan lahirnya Asia Baru dan Afrika Baru.

Ia menambahkan, Bung Karno menempatkan kemerdekaan dan perdamaian sebagai dua hal yang tidak terpisahkan. Menurutnya, perdamaian menjadi syarat penting bagi kemerdekaan agar tidak kehilangan makna.

Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri itu juga menilai kolonialisme belum sepenuhnya berakhir, melainkan berubah wajah menjadi neo-kolonialisme melalui dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik.

Basarah menyinggung berbagai krisis global, mulai dari konflik bersenjata, rivalitas Amerika Serikat-Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, hingga ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan blokade terhadap Kuba.

Ia menyebut Bung Karno telah lebih dulu membaca arah perkembangan imperialisme sejak dekade 1920-an. Dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi (1964), Soekarno disebut memandang imperialisme sebagai bentuk paling agresif dari kapitalisme.

“Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen,” ujar Basarah.

Basarah juga mengaitkan pemikiran Bung Karno dengan kondisi Iran. Ia menyebut konsep Resistance Economy di Iran memiliki semangat yang selaras dengan Trisakti, terutama soal kemandirian ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Basarah juga mempertanyakan sejauh mana bangsa Indonesia saat ini mempraktikkan ajaran Trisakti.

“Jika bangsa Iran saja mampu mempraktikkan ajaran Trisakti Bung Karno, bagaimana dengan pemerintah dan bangsa Indonesia saat ini?” katanya.

Terkait peran Megawati Soekarnoputri, Basarah menegaskan bahwa Ketua Umum PDIP itu tidak hanya menjaga kesinambungan pemikiran Bung Karno, tetapi juga mengaktualisasikannya dalam diplomasi global.

Megawati disebut aktif dalam sejumlah forum internasional, termasuk komite Zayed Award for Human Fraternity dan berbagai pertemuan di Vatikan, Timur Tengah, Tiongkok, hingga Semenanjung Korea.

Basarah menilai diplomasi yang dijalankan Megawati merupakan diplomasi peradaban yang melampaui batas negara, agama, dan kepentingan jangka pendek. Ia juga menyebut Megawati konsisten pada prinsip Bung Karno, yakni menyelesaikan konflik melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Basarah berharap peringatan 71 tahun KAA menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas Global South, mewujudkan Trisakti sebagai kebijakan negara, serta memperkuat peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Mari kita hidupkan kembali Semangat Bandung, mari kita wujudkan Trisakti sebagai jalan nyata kemerdekaan sejati,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya