Megawati dan Dubes Jerman Bahas Geopolitik serta Antisipasi Krisis Global

19 Apr 2026 • 06:13 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kediamannya di Menteng, Jakarta, pada Jumat sore, 17 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.

Hasto mengatakan, Megawati dan Dubes Jerman membahas sejumlah isu geopolitik, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah. Keduanya juga berbincang mengenai Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung yang akan diperingati ke-71 tahun.

“Ibu Megawati dan Dubes Ralf Beste membahas geopolitik termasuk situasi saat ini di Timur Tengah dan tentang Konferensi Asia Afrika (KAA Bandung) yang besok akan diperingati ke-71 tahun,” ujar Hasto dalam keterangan resminya.

Saat tiba, Ralf Beste menyampaikan bahwa dirinya baru saja berkunjung ke Bandung dan melihat Museum KAA. Ia mengaku sedang berupaya lebih mengenal Indonesia.

“Saya berkeliling untuk lebih mengenal Indonesia. Saya baru saja ke Bandung dan mengunjungi Museum KAA,” kata Ralf.

Ralf juga menyampaikan kekagumannya terhadap peran Presiden Pertama RI Soekarno dalam mendorong kebangkitan negara-negara Asia dan Afrika.

Mendengar hal itu, Megawati kemudian mengenang pengalamannya mendampingi Presiden Soekarno saat menjadi delegasi termuda pada usia 14 tahun dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, pada 1961. Ia mengingat saat duduk bersama sejumlah tokoh dunia, di antaranya Jawaharlal Nehru dari India dan Gamal Abdel Nasser dari Mesir.

“Saat itu mereka saya panggil uncle,” kata Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati disebut diwajibkan Bung Karno untuk bertemu para pemimpin dunia dan membuat catatan khusus atas berbagai hal yang disampaikan.

Ahmad Basarah menambahkan, suasana pertemuan berlangsung hangat. Megawati juga menyerahkan sejumlah buku, di antaranya buku teks pidato Bung Karno di KAA, buku pidato Bung Karno di Perserikatan Bangsa-Bangsa berjudul To Build The World A New, serta buku Lahirnya Pancasila.

Selain membahas sejarah dan diplomasi, Megawati juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap kemungkinan krisis global. Ia mengingatkan kembali pengalaman Indonesia saat menghadapi krisis ekonomi 1997.

“Ibu Megawati memaparkan bagaimana pemerintahannya saat itu berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah, membayar utang luar negeri Indonesia, dan berhasil menyelesaikan krisis,” kata Basarah.

Sebelum berpamitan, keduanya saling bertukar cendera mata. Saat sesi foto bersama, Megawati sempat tersenyum dan menanyakan tinggi badan Ralf Beste yang memang terlihat menjulang.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya