Trump Beri Iran Tenggat 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Damai Gagal

20 May 2026 • 09:22 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi tenggat dua hingga tiga hari kepada Iran untuk mengajukan proposal perdamaian sebelum Washington kembali mempertimbangkan opsi serangan militer.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (19/5/2026) di dekat lokasi pembangunan ballroom baru Gedung Putih. Trump mengklaim militer AS sebenarnya sudah hampir melancarkan operasi terhadap Iran, namun keputusan itu ditunda.

“Rezim Iran tahu saya sedang bersiap untuk menyerang,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari theepochtimes.com. Ia menambahkan bahwa keputusan serangan saat itu sudah hampir diambil.

Trump mengatakan dirinya telah menyampaikan langsung kepada pejabat Iran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan damai sangat terbatas. “Saya memberi mereka dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal pekan depan. Jangka waktunya terbatas,” ujarnya.

Menurut Trump, jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima Washington, opsi militer akan kembali dipertimbangkan. Ia menegaskan Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Jika mereka punya, mereka akan mulai dengan Israel,” kata Trump.

Trump juga menuduh Iran berpotensi memperluas konflik ke negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar apabila perang terus membesar.

Sehari sebelumnya, Trump mengejutkan publik setelah mengungkap bahwa serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa telah ditunda. Dalam unggahan di Truth Social pada 18 Mei 2026, Trump menyebut penundaan itu diputuskan karena masih ada “negosiasi serius” untuk mengakhiri perang.

Ia juga mengatakan menerima permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, UEA, dan Qatar agar serangan baru tidak dilancarkan demi mencegah konflik meluas di Timur Tengah.

Meski begitu, Trump menegaskan militer AS sudah siap penuh. “Kami semua sudah siap. Kapal-kapal perang sudah penuh persenjataan. Kami siap memulai,” ujarnya.

Dalam pernyataan terbarunya pada Selasa malam, Trump kembali membuka kemungkinan serangan baru terhadap Iran. “Saya berharap kita tidak perlu perang. Tapi mungkin kami harus memberi mereka pukulan besar lagi,” katanya.

Di tengah tekanan dari Washington, media pemerintah Iran melaporkan Teheran telah menyiapkan proposal kesepakatan baru. Proposal itu disebut mencakup penarikan pasukan dari wilayah dekat Iran, penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, kompensasi kerusakan akibat konflik, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian blokade maritim AS.

Namun, pejabat tinggi Iran tetap menegaskan bahwa hak Teheran untuk memperkaya uranium tidak dapat dinegosiasikan. Jenderal Ali Abdollahi melalui kantor berita Tasnim News juga memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons yang jauh lebih besar jika diserang lagi.

“Jika musuh melakukan kesalahan lagi, kami akan menghadapi mereka dengan kekuatan jauh lebih besar dibanding konflik sebelumnya,” tegas Abdollahi.

Ketegangan di kawasan itu telah memicu dampak luas, termasuk gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis pengiriman minyak dunia tersebut dilaporkan mengalami pembatasan lalu lintas sejak awal konflik.

Harga minyak mentah Brent pun melonjak menembus 110 dolar AS per barel. Di Amerika Serikat, harga bensin rata-rata juga naik di atas 4,50 dolar AS per galon dan memicu tekanan politik terhadap Trump.

Sejumlah survei terbaru menunjukkan hampir dua pertiga warga Amerika menilai perang melawan Iran sebagai keputusan yang salah. Lebih dari separuh responden juga menganggap kenaikan harga bahan bakar sudah menjadi beban ekonomi serius.

Dunia kini menunggu langkah Gedung Putih dalam beberapa hari ke depan. Keputusan Trump dipandang akan menentukan apakah jalur diplomasi masih bisa menyelamatkan situasi, atau justru membuka babak baru konflik besar di Timur Tengah.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya