Dolar AS Melemah di Tengah Optimisme Diplomasi Iran

WARTAMATARAM.COM – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pasar uang New York pada akhir perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 waktu setempat, setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan militer lanjutan terhadap Iran.

Keputusan tersebut memicu optimisme pasar terhadap peluang tercapainya solusi diplomatik yang dinilai dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Membaiknya sentimen geopolitik membuat investor mengurangi permintaan terhadap aset aman, termasuk dolar AS. Akibatnya, indeks dolar AS atau DXY, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,41 persen menjadi 99,64, level terendah dalam hampir sepekan.

Pelemahan dolar terlihat terhadap sejumlah mata uang utama. Terhadap franc Swiss, dolar turun 0,68 persen menjadi 0,7948 franc. Sementara terhadap yen Jepang, dolar melemah sehingga yen menguat 0,49 persen ke level 159,73 per dolar AS.

Euro turut menguat 0,42 persen menjadi 1,1582 dolar AS, sedangkan poundsterling naik 0,37 persen ke 1,3415 dolar AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap sentimen risiko global juga menguat 0,66 persen menjadi 0,7048 dolar AS.

Fokus pasar kini beralih ke pertemuan Federal Reserve pekan depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bank sentral AS itu akan mempertahankan suku bunga, meski pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Prospek kebijakan moneter tersebut diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS selanjutnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya