Aturan Satu Platform Satu Lifter Jadi Sorotan dalam Kasus Viral Nyimas Laula
WARTAMATARAM.COM – Kasus fotografer Nyimas Laula yang memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali viral di media sosial setelah video aksinya tersebar luas. Peristiwa itu memicu perdebatan warganet, terutama soal etika di area latihan angkat besi.
Dalam video yang beredar, Nyimas tampak menegur seorang pria yang beberapa kali melintas di area platform yang sedang dipakai untuk sesi olympic weightlifting. Nyimas menyebut tindakannya dilakukan demi menjaga keselamatan saat latihan, namun cara penyampaiannya di depan umum menuai banyak kecaman.
Menanggapi kritik yang datang, Nyimas memberikan klarifikasi melalui akun Threads pribadinya. Ia menjelaskan bahwa kemarahannya dipicu oleh tindakan pria tersebut yang berulang kali melintasi platform khusus saat latihan dan percobaan personal record (PR) berlangsung.
Meski begitu, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan reaksi publik. Sebagian warganet menilai alasan soal keselamatan cukup beralasan, tetapi cara menegur di ruang publik dianggap berlebihan dan tidak pantas. Akibat derasnya komentar negatif, akun Instagram milik Nyimas dilaporkan sempat tidak dapat diakses.
Di tengah kontroversi itu, muncul pertanyaan apakah memang ada aturan soal melintas di area platform angkat besi. Dalam praktik olahraga weightlifting dan lingkungan gym pada umumnya, terdapat etika tak tertulis yang melarang seseorang melintas di area platform saat digunakan lifter. Aturan ini dibuat untuk menghindari risiko kecelakaan sekaligus menjaga fokus atlet yang sedang mengangkat beban.
Karena itu, kasus ini bukan hanya soal kemarahan Nyimas, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memahami etika dasar di area latihan agar keselamatan dan kenyamanan bersama tetap terjaga.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
