Bimtek Pengelolaan Informasi untuk Ketahanan Energi di NTB

07 May 2026 • 08:01 iMedia

Warta Mataram – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) mengenai Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Penyusunan Konten Publik. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Langko Mataram pada Rabu, 6 Mei 2026.

Tujuan dari Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik, terutama dalam menciptakan konten yang mendukung literasi ketahanan energi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menekankan bahwa komunikasi publik saat ini lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Ia menganggap bahwa komunikasi sudah menjadi alat strategis untuk membangun kesadaran serta perilaku di masyarakat.

“Kita berada dalam era di mana informasi berpengaruh terhadap persepsi, dan persepsi ini kemudian memengaruhi perilaku. Konten yang kita buat memiliki potensi untuk mengubah pandangan masyarakat tentang energi dari hanya sekadar konsumsi menjadi sebuah tanggung jawab,” jelasnya.

Ahsanul menambahkan, komunikasi publik yang efektif harus melalui tiga langkah penting: membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Untuk itu, kualitas konten menjadi sangat penting dalam menarik partisipasi publik.

“Jika konten hanya berhenti pada penyampaian informasi, kita baru sampai di tahap awal. Namun, jika konten tersebut dapat menyentuh nilai-nilai dan kepentingan masyarakat, maka kita sudah mulai bergerak menuju perubahan perilaku,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan konten harus berbasis lokal. Dengan karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan yang memiliki potensi energi terbarukan yang besar, narasi yang diangkat harus sesuai dengan konteks setempat.

“Pengelolaan informasi harus berlandaskan data dan kondisi lokal. Konten energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kita memiliki desa-desa terpencil yang memiliki potensi energi terbarukan,” katanya.

Dr. Ahsanul Khalik juga mengajak agar program unggulan Pemprov NTB, yaitu Desa Berdaya, menjadikan desa sebagai subjek utama dalam menyebarkan kesadaran tentang energi. Ia berharap setiap desa bisa menjadi pusat edukasi mengenai energi bersih dan penghematan energi.

“Ketahanan energi bukan hanya program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial. Desa menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, yang menjadi pembicara utama, menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik.

“Transformasi digital membuat peran komunikasi publik menjadi semakin vital, bukan hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi kebijakan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional perlu dukungan komunikasi publik yang terstruktur dan kuat.

“Informasi terkait kebijakan dan pencapaian di sektor energi perlu dikelola dengan baik dan dikomunikasikan melalui konten yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Bimtek ini juga melibatkan sejumlah narasumber, termasuk Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Ir. Yunus Saefulhak, serta akademisi dari Universitas Padjadjaraan, Dr. Ira Mirawati. Diharapkan, para pengelola informasi publik di pusat dan daerah dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan dan membangun budaya sadar energi di masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya