Harga Emas dan Perak Kompak Menguat pada Penutupan Pekan
WARTAMATARAM.COM – Harga emas dan perak kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 17 April 2026, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap tensi geopolitik dan inflasi.
Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,5 persen ke level 4.861,32 dolar AS per ons. Secara mingguan, logam mulia ini tercatat menguat lebih dari 2 persen. Kontrak berjangka emas AS juga ditutup naik 1,5 persen di level 4.879,60 dolar AS.
Penguatan harga emas dipicu pernyataan Menteri Luar Negeri Iran melalui media sosial X yang menyebut lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berjalan normal sesuai koordinasi otoritas maritim setempat. Kepastian tersebut menekan harga minyak dunia dan turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi.
Sentimen pasar juga didukung optimisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menilai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Iran akan segera tercapai. Kondisi itu mendorong ekspektasi bahwa bank sentral berpeluang memangkas suku bunga dalam waktu mendatang.
Analis senior Zaner Metals, Peter Grant, menilai normalisasi situasi di Selat Hormuz menjadi katalis utama yang menghidupkan kembali harapan penurunan suku bunga. Menurut dia, emas cenderung menarik saat kebijakan moneter dilonggarkan karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.
Grant bahkan memperkirakan harga emas masih memiliki momentum kuat untuk menembus level psikologis 5.000 dolar AS per ons.
Tak hanya emas, perak juga mencatat penguatan harian signifikan sebesar 4,2 persen ke level 81,71 dolar AS per ons, dengan kenaikan mingguan lebih dari 7 persen. Sementara itu, platinum dan palladium masing-masing naik 1,6 persen ke posisi 2.118,30 dolar AS dan 1.576,15 dolar AS, sehingga tetap berada di jalur penguatan mingguan.
Di sisi lain, pasar fisik di India disebut menghadapi hambatan setelah sejumlah bank menghentikan pesanan impor akibat kendala birokrasi di bea cukai.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
