Pengawasan Ketat Harga Pangan Menjelang Idul Fitri di NTB

06 Mar 2026 • 19:24 iMedia

Warta Mataram – Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) aktif melakukan pengawasan terhadap stok, kualitas, dan harga bahan pokok strategis di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Mataram. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kestabilan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pengecekan langsung di pasar dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan serta mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Februari 2026, terjadi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di beberapa kabupaten/kota di NTB, yang terutama disebabkan oleh peningkatan harga sejumlah komoditas utama, seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan produk protein hewani lainnya.

Kenaikan tertinggi dari IPH tercatat pada minggu kedua Februari 2026 di Kabupaten Lombok Timur dengan angka 7,30 persen. Diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat sebesar 4,55 persen, Kabupaten Lombok Tengah 3,71 persen, dan Kabupaten Lombok Utara 1,82 persen. Sementara itu, Kabupaten Bima melaporkan kenaikan 0,14 persen dan Sumbawa Barat 0,57 persen, sedangkan Kabupaten Dompu mengalami penurunan tipis sebesar -0,03 persen.

Kombes Pol. FX Endriadi, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan terus memantau perkembangan harga komoditas yang berpotensi naik menjelang Lebaran. “Ada beberapa komoditas yang kami perhatikan secara khusus, di antaranya cabai merah, cabai rawit, serta daging sapi dan ayam ras,” tuturnya.

Hasil pemantauan di pasar menunjukkan bahwa harga daging sapi berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Daging ayam ras juga mengalami peningkatan harga menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu. Sementara itu, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram, yang sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Endriadi menegaskan, “Harga tersebut sudah melebihi HET. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pengawasan agar harga kebutuhan pokok tidak semakin melonjak menjelang Lebaran.”

Dalam rangka menekan potensi kenaikan harga, Satgas Pangan NTB telah merencanakan sejumlah strategi, termasuk mengadakan operasi pasar secara rutin, menstabilkan harga, memperkuat distribusi antarwilayah, serta melakukan inspeksi mendadak terhadap rantai pasok komoditas pangan.

“Kerja sama dengan daerah penghasil juga diperkuat untuk menjamin kelancaran pasokan bahan pangan bagi wilayah NTB,” tambah Dirreskrimsus Polda NTB.

Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, Kombes Pol. Endriadi memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lain masih dalam keadaan aman dan stabil menjelang Idul Fitri. “Untuk bahan pokok lainnya, secara umum masih dalam kategori aman dan harga tetap relatif normal,” jelasnya.

Satgas Pangan NTB berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara intensif demi menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Lebaran.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya