PLN Siap Pasok Listrik Hijau untuk Sektor Tambang

23 Apr 2026 • 09:24 iMedia

WARTAMATARAM.COM – PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pertambangan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah produsen batu bara. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution untuk mendorong elektrifikasi operasional tambang.

Kerja sama tersebut dijalin dengan PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.

Selain PJBTL, PLN melalui anak usahanya juga menjalin kolaborasi Integrated Business Solution dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal untuk pekerjaan pembangunan instalasi milik pelanggan, serta PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari Hendrawanto, mengatakan elektrifikasi alat berat menjadi kunci untuk menekan emisi di wilayah operasional tambang. Menurut dia, langkah tersebut sangat penting dalam mendukung target nasional mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Ari juga menyebut transisi ke listrik memberi keuntungan finansial bagi pelaku industri. Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, penghematan biaya operasional dapat mencapai Rp2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat.

"Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar," ujar Ari dalam keterangan tertulis, Selasa 21 April 2026.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya menjawab tantangan perubahan iklim, tetapi juga menjadi strategi memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menilai pengembangan green mining di sektor pertambangan merupakan solusi untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan industri batu bara.

"PLN siap memberikan dukungan penuh bagi seluruh pelaku industri melalui berbagai layanan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan tambang," kata Adi.

Adi menjelaskan forum kerja sama ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan kebutuhan listrik di sektor tambang, menentukan batas optimal layanan PLN, serta merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan setelah umur tambang berakhir.

Sementara itu, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menilai titik kritis konsumsi energi di sektor tambang berada pada tahap pengangkutan hasil tambang. Karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan emisi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya