Safari Ramadan Wagub NTB di SMK Negeri 3 Kota Bima

03 Mar 2026 • 09:14 iMedia

Warta Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, melaksanakan kunjungan Safari Ramadan di SMK Negeri 3 Kota Bima pada hari Senin, 2 Maret. Kegiatan ini diisi dengan dialog interaktif antara Wagub Dinda, para guru, dan siswa, serta menegaskan komitmen dalam penguatan karakter, kewirausahaan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda mengungkapkan kebanggaannya terhadap kreativitas yang ditunjukkan oleh siswa. “Saya merasa bangga melihat berbagai inovasi dari anak-anak kita. Ini adalah potensi luar biasa yang perlu dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi,” ucapnya.

Beliau juga menyoroti potensi pasar suvenir pernikahan di Pulau Sumbawa, terutama Bima, di mana kebutuhan untuk setiap acara hajatan sangat tinggi. Ia mendorong sekolah kejuruan untuk mengembangkan unit produksi guna melatih jiwa kewirausahaan siswa.

Wagub Dinda tidak lupa menekankan pentingnya pencapaian prestasi siswa. Ia mengajak kepala sekolah dan guru untuk lebih fokus pada jalur prestasi dan undangan sehingga lebih banyak lulusan dari Bima dan Pulau Sumbawa yang dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri berkualitas. “Jangan biarkan jarak geografis menjadi penghalang. Anak-anak kita harus berani menunjukkan prestasi dan meraih peluang,” tegasnya.

Selain itu, Wagub Dinda menegaskan pentingnya kemampuan bahasa Inggris bagi siswa SMK. “Penguasaan bahasa Inggris sangat penting sebagai nilai tambah bagi mereka dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan agar lingkungan sekolah senantiasa menjadi tempat yang aman dan nyaman, bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk bullying. “Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan. Kita perlu menjaga rasa aman dan nyaman agar bullying tidak terulang,” pesannya.

Ketua OSIS SMK Negeri 3 Kota Bima, Nafisah, menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat edukasi dalam pencegahan kekerasan. “Kami mungkin tidak bisa menghentikan semua bentuk kekerasan, tetapi kami harus bertindak. Media sosial bisa membantu agar siswa lebih sadar dan saling menghormati,” ujarnya.

Nafisah menambahkan, generasi muda harus berani bersuara dan menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah, menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Gifar, ketua OSIS sebelumnya, menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, OSIS telah memberdayakan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) sebagai garda terdepan dalam kampanye anti bullying. “PIKR adalah ujung tombak kami dalam sosialisasi anti bullying. Mereka menjangkau siswa secara langsung dan juga melalui konten di media sosial,” katanya.

Dengan dukungan sekolah yang inklusif, SMK Negeri 3 Kota Bima terus berperan sebagai wadah yang memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan percaya diri dalam menghadapi masa depan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya