DeFi Hash Perluas Infrastruktur Cloud Seluler di Indonesia, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Digital

15 May 2026 • 07:20 iMedia

JAKARTA – Platform infrastruktur digital global DeFi Hash mengumumkan perluasan layanan infrastruktur cloud seluler di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan digital berbasis kecerdasan buatan dan komputasi awan.

Perusahaan menyebut pengembangan ini ditujukan untuk memperluas akses pengguna terhadap infrastruktur cloud melalui sistem alokasi sumber daya cerdas dan alat manajemen otomatis. Langkah tersebut diharapkan memudahkan pengguna dalam mengelola layanan digital melalui perangkat seluler maupun web.

DeFi Hash menjelaskan, partisipasi dalam infrastruktur digital tradisional kerap terkendala biaya perangkat keras yang tinggi, kompleksitas teknis, kebutuhan perawatan berkelanjutan, serta konsumsi energi yang besar. Melalui platform cloud seluler yang ditingkatkan, perusahaan ingin menawarkan model akses yang lebih sederhana dan efisien.

Melalui aplikasi seluler dan platform web, pengguna dapat mengakses sejumlah layanan, antara lain sistem manajemen sumber daya cloud, pemantauan akun real-time, sistem penyelesaian otomatis, alat manajemen kontrak, serta pelacakan kinerja dan operasional.

Platform ini dirancang untuk mendukung akses seluler yang lebih lancar, sehingga pengguna dapat mengelola layanan cloud dan berpartisipasi dalam infrastruktur digital dari ponsel pintar maupun perangkat terhubung lainnya.

Di sisi lain, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Percepatan pengembangan jaringan 5G, meningkatnya penggunaan pembayaran digital, serta berkembangnya industri kecerdasan buatan mendorong naiknya kebutuhan akan komputasi berkinerja tinggi, pusat data GPU, dan jaringan cloud yang skalabel.

Sejumlah pelaku industri menilai konvergensi kecerdasan buatan dan infrastruktur blockchain akan menjadi salah satu penggerak utama transformasi ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Bidang yang disebut banyak menarik investasi antara lain pusat data AI, sistem komputasi GPU berkinerja tinggi, jaringan cloud terdistribusi, dan platform layanan digital otomatis.

DeFi Hash juga menyampaikan bahwa platformnya kini memiliki lebih dari 3,5 juta pengguna terdaftar secara global. Perusahaan berencana memperluas kapasitas alokasi sumber daya cloud di Asia Tenggara dengan fokus pada penguatan layanan lokal di Indonesia.

Untuk mendukung keamanan dan stabilitas platform, perusahaan memperkuat sistem pemantauan transaksi real-time, protokol perlindungan akun terenkripsi, serta dukungan keamanan siber global. Langkah ini diklaim bertujuan meningkatkan keandalan layanan bagi pengguna.

Ke depan, DeFi Hash berencana menghadirkan lebih banyak program partisipasi cloud di Indonesia, mulai dari program uji coba, paket infrastruktur jangka pendek, solusi cloud jangka panjang, hingga program berjenjang untuk berbagai jenis pengguna. Pengguna baru juga disebut berkesempatan memperoleh hadiah pendaftaran dan akses uji coba dalam waktu terbatas.

Seiring Indonesia mendorong transformasi digital nasional dan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI, perusahaan menyatakan akan terus memperluas ekosistem infrastruktur cloud globalnya untuk mendukung partisipasi pengguna dalam teknologi digital generasi berikutnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya