Kasus Pengerusakan Rumah Dan Pembakaran Motor di Sekotong Dilaporkan ke Polda NTB
Warta Mataram – Lombok Barat – Darmanto, Pria (39) Tahun, Asal Dusun Bungawan, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengalami intimidasi dan Motornya di bakar oleh sejumlah warga diduga berasal dari Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) beserta Pengerusakan Rumah Tempatnya sedang bertamu.
Adapun kronologi kejadian yang di ceritakan Darmanto yakni, Tiga bulan yang lalu ada kesalah pahaman antara saya dan suami mantan pacar saya atas nama, Tiwi Astuti. kejadian tersebut bermula dari Tiwi menghubungi saya. Tiwi dan suaminya berkelahi diduga karena cemburu pada saya. kemudian saya mencoba melakukan klarifikasi supaya tidak terjadi kesalah pahaman diantara mereka dengan cara saya mengirimkan video saat bersama pacar saya (Nafisah) sebagai bentuk klarifikasi bahwa saya sudah memiliki calon istri. Kemudian setelah saya kirimkan video tersebut, saya minta untuk video tersebut dihapus, hanya boleh ditunjukkan ke suaminya supaya tidak ada kesalah pahaman.
Namun, sekitar seminggu yang lalu tiba-tiba vidio tersebut beredar dan sampai ke keluarga pacar saya. Dengan beredarnya video tersebut, saya dengan Nafisah yang dalam video tersebut sedang berbaring, sedangkan Nafisah sedang berdiri. Kemudian video tersebut dilihat oleh keluarga Nafisah yang membuat mereka melakukan tindakan anarkis.
Sabtu, 23-05-2026 sekitar pukul 18: 00 wita saya sedang menjalankan aktifitas keseharian saya yang bekerja sebagai tukang Las, kemudian datanglah seorang teman yang bernama, Gerin yang memberi tahu saya bahwa, keluarganya Nafisah sedang musyawarah, entah apa yang di musyawarahkan yang jelas sedang membahas dirimu kata Darmanto menirukan cerita Gerin.
Beberapa menit kemudian datang lagi teman saya bernama Kelek, saya mintak Kelek untuk anter saya ke Dusun sepi untuk mencari temen saya bernama Ardi. melihat kerumunan yang terlalu banyak orang, akhirnya saya tidak berani melintas kemudian putar arah melalui jalur mekaki untuk menuju rumah saudara saya didesa Kedaro, ditengah perjalanan saya ditelpon oleh Kepala Dusun (Kadus) Sauh Bapak Herman dan meminta saya untuk dateng kelokasi musyawarah. “Kalau saya kesana berani tidak menjamin keselamatan saya,” tanya Darmanto pada Pak Kadus.
Sejumlah Massa yang melihat Ardi menggunakan Motor Milik Darmanto yang sedang melintas dijalan Raya Slodong, kemudian Ardi di cegat dan diminta untuk turun serta menyerahkan motor tersebut. dan setelah diberikan Motor tersebut langsung dibakar ditempat oleh orang yang diduga merupakan keluarga Nafisah.
Tidak berhenti disitu, Sekitar 08.30 wita saat saya berada di rumah teman, kemudian saya ditelepon oleh Pak Kadus Herman di minta untuk segera pulang. Namun melihat kondisi yang sedang memanas saya memilih diam. kemudian temen saya yang punya rumah pun telepon saya dimintai pulang. Karena jika saya tidak pulang, rumah teman saya akan dirusak dan dibakar. Melalui telepon tersebut saya bertanya “siapa yang berani menjamin keselamatan saya jika saya kembali,” namun tidak ada satupun yang berani menjamin keselamatn saya akhirnya saya putuskan untuk tidak kembali. Kemudian karena saya tidak kembali akhirnya rumah yang saya tempati tersebut dirusak oleh mereka yang diduga keluarga Nafisah.
Tidak Puas dengan sejumlah pengerukan yang dilakukan, keluarga Nafisah juga melakukan teror kepada Darmanto baik melalui telepon dan secara langsung.
“Ancaman tersebut mengatak akan membunuh saya dimanapun melihat saya, secara mental saya sangat terganggu, ketakutan dan tidak berani kembali untuk melakukan pekerjaan saya,” tutup Darmanto.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
